Sanggama Eufoni

Intro rangsang indera rungu
Tanpa sadar gerak seperti lambai pasrah nyiur 
Sebelah mata melihat kosmos, sebelahnya kilat warna pesta
Perayaan intimasi otak dan sadarku

Menelanjangi komposisi hingga elementer
Kukecup pelan per bagian sampai memadu utuh satu
Berteriak spontan, melengkung, merintih nada minor

Dan ritem menghembus nafas ke kuduk, merinding bulu roma
Lalu menjadi hangat intiku
Melemas lutut tapi aku masih berdiri menggantung pada tempo

Nikmat masih terus naik
Terus menanjak pada reffrain
Hingga pada ketukan setengah, aku terengah semakin dinamis
Picu getar klimaks, hingga
isi kepalaku ingin keluar
Meledak muncrat dari dahi

Titik tertinggiku ternyata tidak imersif dan anarkis
Hening seperti riak tetesan air
Seperti gesek angin pada alis
Pipi seperti disetrum kilat
Pecah gerimis turun halimun

Aku sadar akan ketaksadaranku
Pijakan kembali terasa nyata
Ketika mulai riuh tepuk tangan
Tapi keranku terlanjur terbuka Wadahku luber kepenuhan

Aku menagih ingin lagi
Aku serakah, rasa ini milikku
Tak akan ku bagikan siapapun
Momen yang tidak tercipta lagi
Aku berteriak dalam diam :
Lagi, aku belum cukup!

Menonton konser Efek Rumah Kaca, Juli 2017