Home Range kita berbeda, masihkah bisa bersama?
Setiap makhluk hidup khususnya kingdom Animalia memiliki ciri-ciri salah satunya bergerak. Bergerak merupakan kunci dari kehidupan. Untuk menelan sebutir nasi pun kita perlu menggerakkan otot-otot di kerongkongan agar dapat masuk ke lambung. Cecak harus menjulurkan lidahnya untuk melahap mangsanya. Burung-burung di utara harus migrasi ke selatan ketika musim dingin.
Pada dasarnya setiap spesies perlu melakukan gerak baik untuk mencari makan, beradaptasi, atau mencari tempat berlindung. Dalam melakukan gerak, setiap spesies bahkan individu memiliki wilayah jelajah atau home range yang berbeda-beda. Ada yang memiliki home range yang sempit ada pula yang luas.

Home range harian harimau sumatera akan berbeda dengan gajah sumatera atau dengan sesama spesies pun setiap individu punya home range yang berbeda-beda. Begitu pula dengan home range seorang pekerja karyawan akan berbeda dengan seorang petani, home range pelajar SMA pun berbeda dengan mahasiswa. Setiap individu mempunyai pola home range yang berbeda.
Dalam hal ini jika direpresentasikan ke dalam kehidupan mahasiswa, maka akan ada banyak perbedaan pola home range pada mahasiswa. Ada mahasiswa yang ingin mengembangkan dirinya dengan mengikuti organisasi, komunitas, kepanitiaan, atau membangun bisnis sehingga dia punya home range yang luas. Ada pula mahasiswa yang sudah merasa cukup dengan dirinya sehingga home range-nya hanya sebatas kampus ke indekos. Dan masih banyak lagi pola-pola home range mahasiswa lainnya.
Terlepas dari home range, setiap mahasiswa mempunyai paradigma, perspektif, dan idealisme yang berbeda-beda. Ada yang belajar karena mencari nilai angka, ada yang belajar karena haus dan kebutuhan. Ada yang beranggapan IPK tinggi adalah parameter kesuksesan, ada yang beranggapan IPK bukan tujuan utama. Intinya setiap individu Homo sapiens memiliki pola dan cara hidup yang berbeda-beda serta punya definisi sukses yang berbeda-beda. Oleh karena itu, keragaman adalah kunci sebuah harmony sebagaimana biodiversitas adalah kunci keseimbangan ekosistem. Jadi, jangan gampang untuk menggeneralisasi sesuatu!
sebuah sambat
