Saya baru sekarang (dan sudah mulai terlambat) berpikir, pendidikan adalah sebuah jalan mewujudkan mimpi. Bukan cita cita sih, saya berpikirnya sebuah mimpi.

Mimpi adalah harapan, mengenai apa yg seharusnya terjadi, sebuah gambaran aktual mengenai konsep sejatinya kita kedepan ingin menjadi apa dan siapa.

Sewaktu kecil, kesalahan pola pikir yg dibentuk dari orang tua saya dan mungkin kebanyakan orang adalah, sekolah kemudian kuliah adalah sekedar lulus kemudian mencari kerja, dan menghasilkan uang. Sebenarnya ga salah salam amat, melihat posisi saya dan keluarga memang bukan berada pada kalangan kelas masyarakat yg berada, hanya sekedar berkecukupan.

Sebuah keadaan yg membentuk lingkungan keluarga menjadi keluarga pekerja.

Maka saat ini, pun sudah terlambat untuk bilang, kalau memilih jurusan perkuliahan adalah sesuatu yg perlu dijalani dengan hati. Jika memang tujuan utamanya adalah pekerjaan, maka kuliah di jurusan yg lulusan nya siap kerja, sedangkan untuk menghasilkan impian pribadi menurut saya tidak sebatas lulus dan berhenti, melainkan lulus dan mengabdi.

Ditempat saya bekerja, saat ini, di sebuah perusahaan jasa ekspedisi, banyak ditemui rekan kerja yg lulusan dari jurusan-jurusan yg gak nyambung sama apa yg dibutuhkan sebenarnya dengan kebutuhan perusahaan, hmm biasa sih ngelamar waktu ada tulisan di koran “semua jurusan” :D.

Lulusan pertanian, lulusan hukum, duduk dikantor cuma ngebalesin email, yg dimana anak SMA baru lulus dan kalau di ikutkan training sebulan saja sudah bisa mengisi posisi reply reply email seharian 8 jam. Buat apa lama lama studi pertanian?

Iya sih, cari kerja ga gampang, memang betul kok saya saja harus nganggur 1 tahun baru bisa dapet kerjaan yg sama sama “semua jurusan”, bukan masalah susah atau tidaknya sih menurut saya, melainkan niat kita waktu awal berbenah memutuskan mau ngapain kita kedepan nya. Itu sih point nya.

Ambil contoh teman saya yg lulusan pertanian, yeah walapun saya ga berhak men-judge, namun upaya apa sih yg dilakukan seharusnya, idealnya seorang yg lulus dari universitas pertanian? Menduduki jabatan CEO bank terkemuka? Engga kan? Menurut saya sih seharusnya berkarya di bidang nya, mewujudkan mimpinya.

Saya pun seharusnya berpikir demikian, apa sih seharusnya jika saya seorang lulusan pendidikan? Ya menjadi tenaga pendidik, bukan reply email seharian doang :D

Dilema sih.

Mungkin dilanjut curhat sesi 2 kali yah :D