Dalam Melakukan Aksinya Bayi Pengemis Dicekoki Obat Tidur

Sejumlahpengemis di Palembang mengaku biasa memberikan obat tidur kepada bayi yang digendong saat meminta-minta. Tujuannya jelas, yakni agar bayi tersebut tidak rewel saat
diajak mengemis meski di tengah cuaca panas bahkan dalam kondisihujan.

Tidak sulit menemukan para pengemis di Palembang. Di beberapa perempatan, lampu merah, terutama di Simpang Charitas, para pengemis masih banyak berkeliaran. Termasuk ibu-ibu atau remaja perempuan yang menggendong bayi.

Ada yang meminta belas kasihan dengan langsung menadahkan tangan kepada para pengendara atau
pejalan kaki, ada pula yang mencoba mengamen dengan alat musik seadanya.

Meski cukup mudah ditemui, para pengemis ini sangat sulit diajak berkomunikasi. Mereka cenderung tertutup dengan orang tak dikenal, apa lagi banyak bertanya tentang hal-hal yang berhubungan dengan rutinitas mereka.

Beruntung Sripo bertemu dengan WN, salah seorang pengemisyang biasa beroperasi di sekitar lampu merah Simpang Charitas. Saat itu dia tengah duduk di kaki lima persis di seberang Rumah Makan Pagi Sore.

Mengenakan baju coklat agak lusuh, dipadu celana hijau selutut. Sambil menggendong anaknya yang lelap tertidur, WN menyandarkan punggungnya ke pintu ruko di belakangnya.

Tidak jauh dari tempat ia duduk nampak semacam kantung plastik yang biasa digunakannya untuk menampung receh pemberian orang yang iba kepadanya.