Pedagang Obat Kuat Mulai Menyasar ABG Manado

Siang itu, di kawasan Pusat KotaManado, terlihat seorang pria mengenakan tas pinggang sambil memegang botol-botol kecil.

Pria itu kemudian menghampiri pria lainnya yang ada di kawasan pasar itu kemudian berbisik-bisik. Seperti menawarkan sesuatu.

Tribun Manado (Tribunnews.com Network) pun menghampiri pria yang mengenakan tas pinggang dengan beberapa botol kecil di tangannya itu.

Belum sempat menyapa, pria itu langsung menawarkan obat perangsang, obat tahan lama dan alat pembesar penis , blue wizard , blue wizard cair sembari menunjukkan tiga botol kecil berisi cairan kepada TribunManado.

Botol-botol itu berukuran kecil. Tingginya tidak sampai 6 sentimeter dengan diameter 2 sentimeter. Isinya cairan ada yang bening, warna kuning dan warna gelap.

Di botol kecil melingkar tulisan yang terbuat dari kertas stiker. Di situ ada yang tertulis Gambir Siam Obat Kuat Pria. Kemudian ada pula tertulis Obat Perangsang Wanita Super Oil dan Minyak Merah.

Dengan sangat fasih, pria itu menceritakan khasiat dari barang-barang dagangannya tersebut.

Misalnya obat perangsang, cukup tiga tetes akan membuat wanita bergairah 100 kali lipat dari biasanya.

Pun dengan obat pembesar penis dan obat tahan lama mampu meningkatkan keperkasaan pria. Bahkan dia mengaku sudah membuktikannya sendiri.

Untuk efek samping, pria tersebut mencoba meyakinkan bahwa obat yang dia jual aman meski tidak dijual secara resmi.

Menurutnya, obat-obat yang dia jual tidak akan bisa didapatkan di apotik. Semua itu hanya bisa didapatkan melalui mereka yang berjualan di jalan.

Untuk mendapatkan obat-obat tersebut, pria itu mengaku memesannya langsung dari Papua dan Kalimantan. Bahkan dia dia juga menawari orang jika ingin bergabung menjual obat-obat ini, bisa datang ke rumahnya.

“Kalau ingin beli dalam jumlah banyak untuk dijual kembali, datang saja ke rumah. Atau telepon, barangnya banyak di rumah,” ucap pria yang mengaku sudah dari tahun 2004 menjual obat tersebut.

Dia mengaku menangguk untung besar. Dalam sehari bisa mengantongi keuntungan Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu.

Harga per botolnya dia tawarkan bervariasi. Menurutnya, jika targetnya adalah orang yang sudah berpengalaman dalam hal seks, maka diberi harga murah Rp 50 ribu.

Namun jika targetnya terlihat polos, harga yang ditawarkan bisa Rp 250 ribu per botol. Biasanya yang polos ini adalah kalangan pelajar. Dia mengakui ada anak sekolah yang membeli obatnya.

Pengakuan yang sama–menjual obat dengan target anak baru gede alias ABG yang masih duduk di bangku SMA–datang dari pedagang obat kuat di kawasan Jalan Sam Ratulangi.

Pedagang obat yang sering berpindah-pindah tempat berjualan ini mengaku anak SMA lebih mudah ditawari karena rasa penasaran untuk mencoba hal-hal yang baru.

Ia mengungkapkan, sejak berjualan pada akhir 2014 lalu, terhitung sudah beberapa siswa SMA yang pernah membeli dagangan ’spesialnya’ ini.

“Mungkin lima orang juga ada. Sering saya tawarkan pas mereka nongkrong di pinggir jalan atau yang sekadar lewat. Pas saya tawarkan, ada yang menoleh, ada yang pergi,” ujarnya.

Memang diakuinya, ABG yang tertarik dengan dagangannya cukup banyak. Namun karena harga yang dia tawarkan di kisaran Rp 50 ribu hingga Rp 150 ribu, banyak yang tidak bisa beli.

Meski begitu, ia tidak kehilangan akal agar dagangannya laku obat tidur. Dia pun meninggalkan nomor telepon. Jika si ABG sudah punya cukup uang, tinggal telepon untuk janjian ketemu.

“Biasanya kalau ada yang mau beli, tapi tidak punya uang, janjian satu atau dua minggu. Nanti saya kasih nomor telepon, supaya bisa langsung kontak. Mungkin mereka sudah mau coba-coba, jadi menunggu satu atau dua minggu tidak masalah,” jelasnya.

Tribun Manado kemudian mencoba menelusuri siswa yang pernah ditawari obat kuat dan berhasil menemukan sosok D, siswa sebuah SMA ternama di Kota Manado.

D yang dijumpai Tribun Manado saat nongkrong di kawasan Pusat Kota Manado mengaku pernah ditawari oleh penjual untuk mencoba obat kuat tersebut. Namun, karena merasa takut terhadap dampak dari obat tersebut, ia memilih menolak untuk membelinya.

Obat kuat untuk apa? Obat perangsang juga buat apa, pacar saja tidak punya,” ujarnya lalu tertawa.

Diakuinya, menjadi pria kuat dalam hal seks itu memang mimpi para lelaki. Namun dia melihat itu berbahaya.

“Buat apa pakai obat bius begitu? Orang di kampung ada yang pakai minyak cobra. Jangan-jangan malah cuma air, karena ketika ditawari dulu, warnanya bening seperti air,” ungkapnya.

D mengakui sering membaca artikel yang membahas tentang seksual melalui internet. Dikatakannya, sebenarnya para pria tidak membutuhkan obat-obat itu. (Tribun Manado/Valdy Suak/Cahya Pratama)