Cermat dan Berhati-hati Saat Membeli Rumah Lelang

Membeli rumah melalui lelang yang merupakan hasil sitaan bank bisa menjadi pilihan menarik untuk mendapatkan rumah dengan harga lebih murah. Akan tetapi, anda, sebagai pembeli, harus jeli dan berhati-hati terhadap berbagai resiko yang mungkin akan terjadi. Ada beberapa alasan mengapa pembeli harus cermat saat membeli rumah sitaan. Berikut beberapa di antaranya:

Pembeli tidak bisa menggugat ketika rumah sudah berada di tangan
Adanya ketentuan dalam pelaksanaan lelang bahwa pembeli dianggap sungguh-sungguh telah mengetahui apa yang dibeli atau ditawar oleh mereka, termasuk kerusakan yang terlihat maupun tidak, dan pembeli tidak berhak menolak keadaan itu.

Pastikan rumah dalam keadaan kosong
Peserta lelang harus memastikan objek yang dilelang dalam keadaan kosong. Karena, dalam prakteknya banyak rumah dijual melalui lelang masih dihuni oleh penghuni lama(debitur). Debitur biasanya tidak bersedia mengosongkan objek lelang dengan sukarela. Dengan demikian seorang pembeli lelang yang sah tetap harus bernegosiasi dan menyediakan uang kerohiman kepada penghuni lama tersebut.

Sebaiknya pada saat serah terima uang kerohiman disaksikan oleh saksi, bisa dari warga setempat atau pertugas dari kelurahan setempat. Pembeli harus memastikan bahwa pada saat penyerahan uang kerohiman tersebut dilakukan maka pemilik rumah lama harus benar-benar pergi dan tidak lagi berada atau menempati rumah sehingga sejak saat itu penguasaan fisik berada di tangan pembeli.

Namun bila penghuni lama tidak bersedia untuk mengosongkan objek lelang, maka pembeli dapat melakukan permohonan eksekusi pengosongan ke Pengadilan Negeri