Tanyakan 9 Pertanyaan Ini Pada Diri Sendiri Sebelum Terjun ke Investasi Properti

Melakukan pemeriksaan menyeluruh sangatlah penting sebelum Anda berinvestasi dalam menyewakan atau menjual kembali properti. Pastikan Anda tidak melewatkan trik dengan pertanyaan-pertanyaan cerdas.

1. Apa yang sedang dibangun di dekatnya?
Proyek infrastruktur baru dapat bermanfaat atau merugikan investasi properti Anda. Cari tahu apa yang sedang direncanakan.

2. Berapa harganya?
Harga jual propeti yang ditawarkan penjual bukanlah harga tetap. Cari tahu nilai sebenarnya dan kemudian gunakan untuk menegosiasikan harga.
3. Apa yang terjadi di pasar lokal?
Apa yang terjadi di daerah setempat secara langsung dapat berdampak pada pasar properti — baik negatif atau positif. Cara terbaik untuk mengetahui? Lakukan survey dan banyak bertanya — akan lebih baik jika Anda melihatnya sendiri, jangan menyuruh orang lain.

Ini juga bisa dilakukan untuk melihat demografi lokal, tingkat kejahatan dan lapangan kerja di daerah tersebut.
4. Bagaimana potensi sewanya?
Hanya karena agen mengatakan sebuah properti akan mendapatkan beberapa ratus ribu dalam seminggu masa sewa, tidak berarti hal itu akan benar-benar terjadi. Sekali lagi, lakukan survey tentang berapa harga sewa rumah atau gedung rata-rata di daerah tersebut untuk mendapatkan ide realistis tentang harga sewa yang sifatnya sama dan meminta perusahaan independen untuk melakukan penilaian sewa.

5. Laba penjualan atau menyewakannya kembali?
Investor perlu mempertimbangkan apakah mereka akan menyewakan properti mereka kembali atau ingin mendapatkan laba dari penjualan. Pendapatan dari sewa akan membantu Anda menerima arus kas rutin tetapi tidak akan membantu Anda untuk membeli properti lagi dalam waktu singkat. Sedangkan laba penjualan, pada tahap awal investasi akan memungkinkan Anda untuk membeli properti kedua dan ketiga Anda. jika Anda melihat harga sewa yang tinggi dan pertumbuhan modal yang rendah, Anda akan duduk di sana lama sebelum Anda memiliki ekuitas untuk melakukan sesuatu yang lain.

6. Apakah ada kompetisi?
Pasar yang penuh dengan investor akan mengurangi kesempatan Anda untuk sukses melakukan bisnis properti terutama sewa rumah atau apartemen.

7. Apa yang termasuk dalam kontrak penjualan/ kontrak sewa?
Jangan menganggap semuanya termasuk dalam penjualan. Pastikan Anda mengidentifikasi apa saja yang termasuk dalam penjualan — termasuk ruang parkir dan fasilitas penyimpanan — dan memastikan hal ini tercermin dalam perjanjian penjualan. Hal ini dapat menyebabkan cukup masalah, kadang-kadang pengembang tidak memperbarui hal-hal baru dan jika hal ini terjadi, dapat menyebabkan rusaknya kontrak dan Anda bisa kehilangan banyak uang.

8. Siapa target pasar Anda?
Sangat penting untuk mengidentifikasi penyewa potensial Anda dan tahu apa yang mereka cari di properti sewa. Jika Anda sedang melihat sebuah properti di kota pelajar yang penuh dengan universitas, Anda harus melihat beberapa rumah hunian yang dekat dengan transportasi umum dan beberapa fasilitas penunjang. Jika, di sisi lain, Anda menginginkan rumah untuk ditinggali bersama keluarga, carilah rumah yang besar, dengan taman dan daerah komunal yang luas.

9. Berapa banyak pekerjaan yang harus Anda lakukan?
Sebuah properti yang berpotensi untuk disewakan harus dipasarkan pada saat itu juga — membeli properti yang membutuhkan renovasi hanya akan memperlambat dan menunda waktu untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Kebanyakan, sebuah rumah hunian untuk disewakan hanya perlu untuk mengecat ulang dinding, perabotan, dan beberapa hal lain jika rumah membutuhkan perbaikan struktural. Akibatnya, Anda cenderung akan kehilangan satu bulan masa sewa bahkan sebelum Anda memiliki penyewa. Kebun yang kecil dan dipaving akan memudahkan Anda dalam pemeliharaan sehari-hari.