senja

Siti Nur Halimah
Feb 25, 2017 · 1 min read

kujual namamu dengan senja bukan mentari ataupun hujan yang dengan kata kias kesedihan, kita berkata dengan kata penuh dengan majas, berarti indah berirama dipanggil dengan kebahagian cinta, cinta lagi kemballi dengan kata itu seperti apapun manusia tidak akan pernah luput dan keluar dari cinta

seandainya kata itu selalu keluar dari kata seandainya, andai saja aku bisa menulis setiap alur di dalam cerita cinta tidak dengan kesedihan , penghianatan ataupun kecurangan, bukankah indah ..

kembali lagi dengan dia, dengan pelupuk rasa, dengan itu aku sembut senyum, karna dia, kembali dengan menyebut namanya,

bukan kebencian yang menghabisi hati, bukan pula penyesala yang mengikis setiap perasaan tapi kebodohan yang diulangi ..

senja yang hanya datang sebentar, senja yang hanya datang di pagi hari senja kujual namamu dengan senja,

aku lupa dengan senyum aku lupa dengan bahagia itulah bodoh ..

tak ingat yang membunuh adalah diriku yang menghakimi adalah aku dan yang mampu berdiri adalah aku, untuk apa mengenal nama dengan cinta aku terkokohkan karna rasa iba,

jangan berguma saat kesedihan menghakimi mungkin ada kata maaf yang tidak termaafkan, itulah hukum penuh dengan kata karma

    Siti Nur Halimah

    Written by

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade