“Mah, Pah.. Aku bukan anak nakal!”
Bukan hanya materi, anak juga butuh afeksi
Perilaku anak kecil yang terkadang usil dan mengganggu kerap kali membuat jengkel orang tua. Tanpa mau mengambil pusing, orang tua terkadang tak mengacuhkan tindakan sang anak atau bahkan memberi hukuman kepada anak tersebut.
Ketika anak merasa tidak diperhatikan lagi, akhirnya anak pun mencari 'sumber perhatian lain' selain dari orang tuanya. Ia akan mencari sumber perhatian dari lingkungan sekitarnya. Bisa dari teman, saudara atau bahkan social media.
Kurangnya pengawasan dari orang tua adalah hal yang sangat berbahaya. Sudah tidak diperhatikan tidak diawasi pula, ini adalah bencana! Orang tua yang terlalu sibuk dengan pekerjaan ditambah lagi hubungan keluarga yang kurang harmonis dapat membuat sang anak depresi.
Kondisi psikologis anak yang belum stabil ini sangat membutuhkan bimbingan serta curahan perhatian dan kasih sayang yang penuh dari orang tua dan lingkungannya. Anak tidak hanya membutuhkan kecukupan dalam hal materi tetapi juga dalam hal afeksi. Ini yang sering orang tua lupakan.
Ada beberapa bentuk respon tidak terima dari sang anak kepada orang tuanya :
- Anak menjadi sangat pendiam
Beberapa orang tua mungkin tidak menganggap ini sebagai masalah yang serius. Padahal bentuk diamnya sang anak di depan orang tua perlu diwaspadai bahwa 'ada' atau mungkin 'banyak' hal yang anak tutupi dari orang tuanya.
- anak mungkin takut untuk bercerita, karena orang tua terlalu sering memarahinya.
- anak malu untuk bercerita, karena orang tua terlalu sering merendahkan dan membandingkannya.
- anak tidak pandai berbicara di depan orang tuanya, karena orang tua tidak pernah mengajaknya bicara. - Anak menjadi sangat nakal
- anak sering membangkang dan tidak mau menurut kepada orang tua karena ada hak anak yang tidak dicukupi oleh orang tuanya
- berperilaku tidak sopan karena orang tua tidak memperhatikan dan mengajarkannya beretika.
- temperamental dan sering membuat onar di lingkungannya karena jiwanya telah penuh dengan kebencian terhadap hidupnya - Gangguan kejiwaan
Puncak dari segala pergejolakan jiwanya, ia mungkin saja kehilangan semangat hidupnya. Anak merasa kesepian, tidak punya tempat bersandar, tidak punya lagi rumah tempat ia bisa pulang. Tidak punya tujuan hidup dan hidup dalam kesedihan. Kesedihan itu terus berlarut, bertahun lamanya. Lalu kesedihan itu kini telah menjadi bagian dari dirinya. Membuatnya depresi dan sangat tertekan. Gangguan kejiwaan yang semakin parah dapat membuatnya melakuan hal-hal yang sangat berbahaya. Melukai diri sendiri atau bahkan orang lain.
Hal-hal kecil seperti :
- mendengarkannya bercerita tentang hal yang terjadi disekolah
- mengajaknya bermain
- mencium pipinya sewaktu ia akan tidur
- memeluknya setiap pagi sebelum ia berangkat sekolah
- membuat kue kering dan camilan kesukaannya
Dapat menjadi solusi dan langkah preventif dalam menjaga anak dari hal-hal yang negatif. Terlihat kecil dan sepele namun berdampak besar bagi anak kecil. Anak akan merasa sangat dicintai oleh orang tuanya 😊
