Yang baik bakal balik

Siti S
Siti S
Sep 1, 2018 · 3 min read

Akhir juli mungkin menjadi mimpi burukku yang terwujud menjadi nyata, benar-benar nyata,
ya tepat tanggal 31 juli


Tanpa pertanda apapun,
Tanpa ada firasat buruk sedikitpun,
Aku dipertemukan dengan penyusun leggoku yang sudah lama tidak bertukar cerita apapun,

Jujur,
Mataku berkaca-kaca ingin menangis,
Hatiku terasa ter-iris,
Gimana tidak, sudah hampir 1 tahun tidak saling tatap muka,
walau hanya untuk bertegur sapa,

Awalnya tidak mau bicara sedikitpun,
Walaupun penyusun legoku berbicara tentang apapun,
Tanpa aku sadari mata ini tidak kuat menahan bendungan air yang semakin meluap,
Tanpa aku sadari hati ini tidak kuat menahan sakit seperti di sayat-sayat,
Terlihat berlebihan mungkin tapi hati dan mata ikut terlibat,

Ketika penyusun legoku mulai mengutarakan apa yg ingin dia utarakan,
Seketika pikiran mulai mengaku,
Betapa jahatnya aku,
Betapa egoisnya aku,
Betapa aku acuh dengan sahabatku,
Betapa aku hanya menjaga perasaan pacarku waktu itu,
Dan aku hanya menutup mukaku dengan tissue,
Betapa malunya aku,
Dengan apa yang sudah dilakukan waktu itu,
Cukup,
Tapi ini bukan salah pacarku, ini tetap salahku.

Semua sudah ia utarakan,
Apa yang dia rasakan,
Apa yang dia inginkan,
Jujur,
Aku susah merelakan,
Aku tetap ingin mempertahankan,
Karena rasaku lebih dari pacaran,
Melainkan sahabatan.
Tapi,
Aku tidak boleh egois bukan?

Kalimat-kalimat terakhir yang aku sedikit ingat dan mungkin bakal aku selalu ingat

“Udh biarin aku pergi, kita masih berteman walau tidak seperti dulu lagi. Dan yg perlu kamu ingat, jangan pernah menyakiti pacarmu apapun yang terjadi, suatu saat kamu bakal bahagia dengan dia. Kamu berhak bahagia dan akupun juga. Karena bahagia hak semua manusia. Dan perlu diingat kamu punya pacar yang harus selalu kamu jaga perasaannya, saling mendoakan saja semoga selalu bahagia".

Aku tidak bisa menjawab selain dengan kata

"maaf."

"Aku bingung."

"Gamau""

Aku berjanji waktu itu, aku gabakal nyakitin lelakiku apapun yang terjadi waktu itu.

Oh bagaimana hati ini tidak tambah hancur ketika tau bahwa salah satu penyusun leggomu "pamit" untuk pergi dan itu demi kebahagiaanku?

Cukup ini baru sahabatku.
Cukup goyah susunan leggoku,
Hampir roboh susunan leggoku.
Tapi, aku yakin lelakiku mampu menguatkan pondasi leggoku.


2hari kemudian.....

Tanpa angin tanpa hujan

Berantem aja tidak
Lelakiku memutuskan hubungan ku dengan dia
Dia memutuskan untuk meninggalkanku
Mungkin ini salahku
Yang pada waktu itu pada kondisi sangat rapuh
Bahkan sudah ingin ambruk
Tapi,
Balik lagi keatas bahwa aku percaya lelakiku mampu menguatkan leggoku karena dia posisi paling kuat dalam susunan leggoku,
Semua prediksiku ternyata tidak sesuai,
Leggoku sekarang ambruk berantakan

Gatau harus gimana waktu itu,
Cuma bisa diem diem diem dan diem,
Nangispun sudah gabisa,
Aku berusaha memperbaiki leggoku satu persatu,

Tapi ternyata aku tak mampu,
Dan mempersilahkan leggoku satu persatu diambil penyusun lain,
Sudah tidak ada daya untuk mempertahankannya,
Yang aku fikirin hanya leggoku bakal bahagia dengan pemilik barunya.


Saya tahu roda pasti berputar untuk tetap berjalan dan seimbang,
Saya tahu setiap perpisahan pasti dibarengi dengan pertemuan,
Saya tahu setiap luka pasti ada obatnya,
Dan saya tahu perihal ikhlas juga perlu dilatih.

Yang bisa saya lakukan hanya membereskan leggo leggoku yang masih bertahan,
Yang bisa saya lakukan hanya memeluk leggo leggoku yang ingin bertahan,
Yang bisa saya lakukan hanya meminta maaf ke leggo leggoku yang mungkin terluka,

Dan terimakasih sahabatku penyusun leggoku yg super duper sabar,
Terimakasih mengajariku untuk bersabar,
Terimakasih mengajariku untuk ikhlas,
Terimakasih mengajariku bahwa kekuatan doa memang tiada tara.

Maaf jika tanpa sengaja selalu melibatkanmu disetiap masalahku
Maaf jika waktu itu tidak mendengarkanmu
Maaf jika waktu itu aku mementingkan perasaanku
Maaf jika waktu itu aku marah denganmu,

Aku janji,
Aku berjanji,
Aku bakal memperbaiki semuanya,
Walau tidak bisa seperti awal pertama,
Tapi aku tetap berusaha,
Jangan pergi dulu,
Urungkan niatmu untuk meninggalkanku,
Biarkan aku mencoba,
Tolong.

Dan aku memintamu,
Tolong liat usahaku sekecil apapun itu,
Jangan biarkan ini semakin buruk.


- perempuan yang belom bisa mandiri dan selalu merepotimu selama ini~

    Siti S
    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade