Mengapa Perlu Kesadaran Menggunakan Software Legal?

Software atau perangkat lunak adalah sebuah aplikasi yang mana berfungsi untuk kegiatan komputerisasi seperti mengetik, menghitung, berselancar (browsing), dan lain sebagainya. Komputer tanpa sebuah software tidaklah berarti apa-apa seperti tubuh tanpa ruh, oleh karena itu software merupakan bagian terpenting dari komputer.

Sebuah artikel yang saya tulis dengan judul “Mengapa Perlu Kesadaran Menggunakan Software Legal?” adalah dikarenakan masih banyaknya di antara kita yang belum sadar dan perlu disadarkan akan tidak baiknya menggunakan software bajakan atau ilegal. Beberapa alasannya akan saya jelaskan di bawah tulisan ini. Sebelum beranjak kealasan akan perlunya kesadaran menggunakan software legal, saya akan sedikit cerita pengalaman saya berhenti menggunakan bajakan.

Singkat Cerita

Jujur pertama kali saya kenal dengan yang namanya komputer (PC) saya sama sekali tidak peduli dengan software yang ada dalam komputer tersebut apakah itu bajakan ataupun original. Yang saya pikirkan pada waktu itu adalah saya bisa mengoperasikan komputer dengan nyaman dan mudah.

Bahkan pada waktu itu pertama kali saya kenal dengan dunia pemrograman basic dengan Visual Basic 6 (VB6) saya tidak peduli dengan VB yang saya gunakan. Pada saat itu saya menggunakan VB6 dari CD bajakan yang saya beli di Harco Mangga Dua, dengan modal 15 ribu rupiah saya bisa menggunakan dan belajar pemrograman basic dari VB6 tersebut. Bahkan hasil daripada aplikasi VB yang saya buat pernah saya jual. Tidak hanya VB, dengan Delphi pun saya pernah buat aplikasi dan menjualnya juga.

Namun, seiring perjalanan waktu ketika saya lepas dari dunia pemrograman desktop dan mulai menyukai pemrograman web dan Linux. Terhitung sejak saya kuliah semester 4. Meskipun saya sejak dulu sudah mengenal Linux dan menggunakannya, tapi pada waktu itu hanya sebatas mencoba karena hanya ingin tahu saja, tidak lebih. Dan baru semester 4 saya mulai menggunakan Linux sebagai sistem operasi yang saya dualboot-kan dengan Windows 7, saya menggunakan distro Linux Fedora 16. Sekaligus memulai mempelajari pemrograman web seperti PHP, HTML, CSS, dsb.

Dengan adanya kecintaan saya terhadap Linux menyadarkan saya akan serharusnya saya tidak menggunakan software bajakan. Juga pengalaman saya sebagai developer akan pentingnya menghargai developer lainnya dengan tidak menggunakan software bajakan. Sebagai seorang developer saya tahu betul bagaimana rasanya apabila hasil karya yang dibuat lalu kemudian dibajak? Tentu dengan perasaan seperti inilah yang menggerakan untuk STOP Menggunakan Software Bajakan.

Sejak saat itulah saya mencoba sedikit demi sedikit untuk meninggalkan software bajakan. Memang pertama kali mencoba terasa sangat sulit karena sudah terlanjur bergantung dengan software bajakan tersebut, terutama yang berat bagi saya adalah pada MS Office & Photoshop. Saya sudah terbiasa mengetik dengan MS Word dan mengelola gambar atau foto dengan Photoshop. Namun dengan niat yang kuat alhamdulillah saya bisa melakukan untuk berhenti menggunakan software bajakan.

Mengapa Saya Berhenti Menggunakan Software Bajakan?

Sebuah pertanyaan mengapa saya berhenti menggunakan software bajakan? Ada yang mengatakan bahwa, “kalau ada yang gratis mengapa harus bayar?”. Ya sekilas perkataan tersebut ada benarnya juga, namun itu tidak berlaku untuk software yang dibajak. Mengapa? Karena kegiatan membajak adalah mencuri.

Alasan Untuk Tidak Menggunakan Software Bajakan

Berikut ini adalah alasannya untuk tidak menggunakan software bajakan dan perlu adanya kesadaran akan hal tesebut:

  • Menggunakan Software Bajakan itu Adalah Mencuri

Mengapa saya berkata demikian? Untuk alasan ini, sepertinya semua orang sudah tahu, ya, bagaimana tidak jika salah satu karya orang lain itu dalam hal ini software dibajak? Bukankah sama saja dicuri?

  • Hargailah Hasil Karya Orang Lain

Software merupakan hasil karya orang lain, oleh karena itu hargailah jeri payah mereka dengan tidak menggunakan bajakan. Ini merupakan alasan terkuat saya untuk berhenti menggunakan bajakan. Saya sudah pernah merasakan sendiri hasil karya sendiri tidak dihargai dengan cara dibajak, apalagi saya juga seorang developer tentu tahu betul rasanya. Jika Anda bukan developer Anda mungkin tidak akan pernah tahu rasanya. Tapi bisa Anda coba bayangkan sendiri saja, jika hasil karya Anda tidak dihargai apalagi dibajak? Menyakitkan bukan?

  • Menjual Hasil Aplikasi atau Desian dari Software Bajakan?

Ini masih ada kaitnya dengan poin ke-2. Seperti yang ceritakan di atas, dulu saya juga pernah membuat hasil karya saya berupa aplikasi software dari VB & Delphi bajakan. Ini yang membuat saya merasa bersalah dan tidak nyaman. Bagaimana mungkin saya gunakan untuk kegiatan berdagang dari modal barang curian?

Tips Bagaimana Lepas dari Software Bajakan.

  • Niat yang kuat

Segala sesuatu dimulai dengan niat, jika dengan niat yang kuat perlahan saya yakin bahwa kita Anda bisa melepas ketergantungan dengan software bajakan.

  • Perlahan, sedikit demi sedikit.

Mencoba sedikit demi sedikit mengunakan software original awalnya memang sulit, saya juga mengalami hal itu. Langkah pertama memang selalu menjadi hal yang sulit, tapi dengan mencoba sedikit demi sedikit pasti akan lebih mudah. Mulailah dengan menghapus beberapa software bajakan yang tidak dibutuhkan, selanjutnya cari alternatif pengganti software tersebut.

  • Mencari software alternatif.

Lanjutan dari poin ke-2 yakni dengan mencari software alternatif. Anda bisa memanfaatkan situs http://alternativeto.net/ untuk mencari aplikasi alternatif yang Anda gunakan. Beberapa alternatif menggunakan FOSS (Free Open Source Software) juga saya anjurkan sebagai alternatif murah dan mudah sekaligus legal, yakni seperti dalam garis besar software yang sering digunakan:

  • Alternatif sistem operasi bisa menggunakan Linux seperti Ubuntu.
  • Alternatif MS Office bisa menggunakan LibreOffice.
  • Alternatif Photoshop bisa menggunakan Gimp.
  • Alternatif CorelDraw bisa menggunakan Inkscape.
  • Alternatif InDesign bisa menggunakan Scribus.
  • Alternatif Dreamweaver bisa menggunakan Kompozer atau BlueGriffon.
  • Alternatif Winrar bisa menggunakan 7zip.
  • Alternatif Winamp bisa menggunakan Audacious.
  • Dan lain sebagainya bisa dilihat disitus http://alternativeto.net/
  • Membeli software original.

Kemudian dengan cara membelinya, jika dirasa Anda memberatkan menggunakan software alternatif dikarenakan tidak adanya waktu Anda untuk mempelajari software tersebut. Dikarenakan biar alternatif itu mirip dengan software yang sebelumnya kita gunakan, tetap saja berbeda dan beberap fitur tidak selengkap dengan software sebelumnya.

  • Misalnya, LibreOffice dengan MS Office, meskipun memiliki kemiripan tetap saja ada beberapa perbedaan baik dari fungsi ataupun cara membaca file yang dihasilkannya. Dan Anda jangan membanding-bandingkan sesuatu yang gratis dengan yang berbayar? Pasti yang berbayarlah memiliki sisi lebih baik dari sisi fitur dan kemudahan.
  • Kebanyakan dari kita tidak mau menggunakan bajakan karena harga software original mahal, bahkan terkadang lebih mahal daripada harga hardware yang kita punya. Padahal kenyataanya jika kita membeli software original itu tidak akan rugi. Mengapa? Manfaat dari software tersebut sebanding dengan fungsinya, bahkan terkadang malahan hasilnya bisa lebih dari sekadar balik modal. Jadi kita janganlah egois dan sombong hanya mementingkan menginginkan manfaatnya saja. Oleh karena itu belilah software yang dibutuhkan terlebih dahulu, jika dirasa berat cobalah dengan alternatif terlebih dahulu.

Kesimpulan

Perlunya adanya kesadaran untuk tidak menggunakan software bajakan, mengapa? karena bajakan itu sama saja mencuri dan tidak menghargai karya oranglain. Dalam artikel ini hanya mengingatkan kita betapa perlunya kesadaran akan hal itu. Semua tergantung dari diri kita pribadi masing-masing, saya tidak memaksa Anda untuk tidak menggunakan software bajakan. Tapi jika Anda mengikuti apa yang telah saya lakukan, saya akan sangat senang sekali.

Saya tidak pula mengatakan bahwa menggunakan software bajakan itu haram, karena saya sendiri bukan pemuka agama. Untuk hukum hal itu merekalah yang lebih tahu, bukan saya. Akan tetapi, yang saya tahu semua agama mengajarkan kebaikan terutama untuk saling menghargai dan tidak mencuri.

Terima kasih semoga berguna.


Originally published at situsali.com on November 30, 2014.