Minim Iklan Contoh Brand Ecek-Ecek? Kata Siapa, Ini buktinya

Ini Dia Contoh Brand Image Efektif yang Minim Iklan

Starbucks Coffe salah satu contoh brand image yang sangat sukses. Jika kita jalan-jalan ke mall, masuk ke bandara, atau pusat perbelanjaan bergengsi di luar negeri, selalu ada gerai strarbucks. Pelanggan coffe shop ini didominasi pembeli dari kalangan menengah atas.

Nama dan desain logo Starbucks untuk segmen pemasaran Indonesia berasal dari perusahaan induknya di negara Amerika. Hal ini terjadi lantaran perintis lahirnya merek Starbucks tak lain tiga pemuda asal Amerika yaitu Sigel, Bowker, dan Baldwin. Sekitar tahun 1973 ketiganya membuka gerai kopi sederhana di Seattle’s Pike Place. Penyeduhan hingga penyajian masih melalui cara menggiling biji kopi segar.

Kala itu siapa kira bahwa karakter pelaut “Starbucks” akan menjelmakan bisnis kedai kopi terlaris di masa depan. Nama merek Starbucks konon terinspirasi dari novel pelaut Moby Dicks. Sama halnya logo merek yang identik dengan warna kehijauan. Pada mulanya sosok putri duyung dalam logo tersebut dicitrakan lebih “polos”. Namun kemudian kreator logo Starbucks menutupi tubuhnya dengan helaian rambut panjang.

Selang beberapa tahun kemudian bisnis gerai Starbucks beranjak menjadi bar espresso bergaya Italia. Perkembangan terjadi setelah merek Starbucks dikelola bersama marketer muda bernama Howard Schultz. Kini gerai coffe shop modern dengan lisensi Strabucks Coffe semakin punya kelas di berbagai negara termasuk Indonesia.

Contoh Brand Awareness Starbucks

Starbucks bisa dikatakan contoh brand image yang sanggup bergerak maju dengan sangat fleksibel. Brand ini menembus masa gemilang dimana kini coffee shop adalah cermin gaya hidup modern. Cara pengelolaan merek antara lain memajang gerai-gerai yang berkelas, hingga menambah variasi produk. Tidak hanya racikan kopi berbagai varian tapi juga kudapan ringan, dan semacamnya.

Di dalam negeri, PT Sari Coffe Indonesia menjadi pemegang lisensi Starbucks sejak tahun 2002. Perusahaan ini pemegang hak tunggal untuk memasarkan produk Starbucks untuk konsumen Indonesia. Meski tanpa banyak iklan komersil gerai-gerai starbucks tak pernah sepi pengunjung. Loyalitas konsumen cukup tinggi terlebih dari kalangan sosialita, penggemar kopi, dan pehobi shopping.

Dengan mengambil contoh brand Starbucks tidak sulit bagi kita untuk mengingat dan mengidentifikasi pengertian merek secara umum. Mulai dari pemilihan nama yang pendek serta mudah diingat, dan masih terkait cerita novel populer. Kemudian logo yang berwarna dominan hijau disertai karakter wajah perempuan berambut ikal yang tergerai lepas, dan seperti memakai mahkota.

Namun demikian identifikasi merek yang paling identik tentu saja karakteristik produk kopi Starbucks. Dalam ingatan kita nama Starbucks memunculkan image tentang kopi, bukan teh atau seduhan yang lainnya. Kopi merupakan inti jiwa dari brand image Starbucks yang dimanfaatkan konsumen Indonesia untuk citra pergaulan serta gaya hidup.

A single golf clap? Or a long standing ovation?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.