Kisah Pendewasaan Diri

snmufidaa
snmufidaa
Jul 25, 2017 · 7 min read

Bena berteman baik dengan fishe sejak lama. Kenal dan dekat dengan keluarganya, begitupun sebaliknya. Pertemuan mereka terjadi saat Bena dan fishe berada di sekolah yang sama. Mereka mengenal satu sama lain kemudian saling bercerita. Setelah lulus SMP, Bena dan fishe masih bertemu di sekolah menengah atas yang sama. Mereka sering menghabiskan waktu bersama hingga Bena merasa yakin bahwa fishe adalah sahabatnya. Semakin sering berbagi cerita dengannya, semakin banyak pula cerita fishe yang dia beritahukan pada Bena. Mereka merasa sama dalam beberapa hal dan memiliki impian hebat untuk masa depan. Bena dan fishe berusaha menjadi perempuan yang baik dan hebat disetiap waktu yg mereka lalui bersama.

Singkat cerita, Bena mengenal cato dan dekat dengannya, dan kemudian menyukai lelaki bernama cato itu, setelah si cato berusaha keras untuk menjadikan Bena sebagai kekasihnya. Terdengar aneh untuk semua teman-temannya dan terutama fishe, ketika Bena telah menjadi kekasih cato. Fishe selalu tidak setuju dengan keputusan Bena yang memilih untuk bersama dengan cato. Terkadang Bena memikirkan hal itu berulang kali, seperti agak menyesal namun Bena merasa senang jika bersama dengan Cato. Meskipun Bena tahu bahwa cato bukanlah lelaki berwajah tampan dan perilakunya itu seperti anak kecil menuju remaja. Banyak teman-teman di sekolah yang membicarakan Bena dan cato ketika mereka bersama. Fishe mengingatkan Bena dan terus membuatnya berhati-hati terhadap cato. Bena pun heran dan bingung, mengapa dia bisa menyukai cato dan kenapa orang-orang selalu saja membicarakan keburukan cato dimasa lalu.

Dua tahun lebih Bena menjalani hubungan yang penuh dengan batasan dengan cato, Bena yang membatasi dirinya, membuat tembok khusus antara dirinya dengan cato, menentukan mana yang boleh dilakukan dan tidak ketika bersama. Bukannya Bena tidak menyayangi cato, hanya saja karena tembok itu Bena jadi merasa tidak harus bermesraan dengan cato. Bena menjadikan cato sebagai teman berbagi cerita, terutama berbagi candaan. Bena dan cato bisa bertahan dalam relationship yang cukup lama karena mereka telah membangun suasana bersama untuk tertawa.

Bena tidak terlalu terbuka mengenai kisah keluarganya pada cato, kecuali dengan fishe. Cato sering merasa bersalah sekaligus sedih ketika Bena sedang marah dan tidak bisa menjelaskan kemarahannya, karena saat marah Bena tidak bisa mengungkapnya secara langsung dan terang-terangan, tetapi cenderung menyembunyikannya dan menghindari cato berhari-hari hingga amarahnya reda.

Banyak kisah emosional yang terjadi ketika Bena bersama cato, kemudian Bena berinisiatif mengajak fishe untuk masuk kedalam lingkaran yg dia buat dengan cato. Pada akhirnya Bena, fishe, dan cato mulai berteman baik dan selalu pergi bersama. Saat itu Bena hanya merasa sebagai sebatas teman dengan cato, namun cato tidak merasakan hal yg sama. Cato tetap saja membutuhkan pengakuan dari Bena dan selalu memaksanya untuk bisa menyayangi cato lebih dari teman. Padahal Bena belum percaya dan mengerti dengan rasa sayang dan cinta seperti apa yg cato maksud.

Bena selalu merasa tidak enak dengan fishe karena sering mencurahkan ceritanya mengenai cato, kesedihannya, masalah-masalahnya, dan lain sebagainya. Seiring berjalannya waktu, Bena memutuskan untuk tidak mempunyai hubungan apapun dengan cato. Bena punya alasan yg cukup jelas untuk mengakhirinya, namun cato tetap tidak mau mengerti karena dia terlalu marah dan sedih atas keputusan itu. Bena berusaha meyakinkan cato terus-menerus, meyakinkan bahwa kita tidak bisa melanjutkannya. Setelah berpisah lama dengan cato, Bena dengan fishe masih tetap berteman baik dan semakin sering lagi bertemu untuk berbagi cerita.

Bena sudah melewati masa lalu dengan cato yang rumit dalam waktu yang tidak singkat. Fishe pun telah melalui masa lalunya dengan bekas kekasihnya sebelum Bena bersama cato. Lebih menyakitkan perpisahan fishe dengan lelaki yang disayanginya pada saat itu dibanding perpisahan Bena dengan cato. Namun kita semua mempunyai alasan kenapa harus berpisah, bukan? Bena dan fishe telah naik satu level dalam hal relationship, mereka belajar dari semua itu. Ada kelegaan luar biasa untuk Bena ketika sudah tidak bersama dengan cato, begitu juga dengan fishe. Ternyata kita memilih single dengan tujuan yg baik dan jelas.

Suatu hari fishe menceritakan seorang lelaki yang disukainya bernama turtley, fishe dekat dengan turtley karena dulunya dia hampir ikut dalam olimpiade matematika dan fishe membantu gurunya untuk mengumpulkan semua berkas murid yg telah daftar untuk mengikuti berbagai olimpiade sains tingkat kota. Tetapi lelaki itu tidak mengikuti perlombaannya, malah mengundurkan diri. Fishe selalu menceritakan tentang turtley dan segala rutinitasnya. Bena merasa tidak perlu mendengarnya, namun tak bisa dipungkiri untuk fishe yang sedang kasmaran. Fishe dan turtley sangat dekat, fishe menganggap itu sebagai rasa suka, namun turtley menganggapnya sebagai teman baik. Mereka dekat karena intensitas chatting yang dilakukan secara rutin, sesekali mereka bertukar voice message, dan tak jarang mereka saling membangunkan tidur pagi secara bergantian. Banyak hal yang mereka bicarakan, saling mengenal dan berbagi kisah masing-masing. Jelas terpancar di wajah fishe ekspresi gembira dan senang karena bisa dekat dengan turtley yang menurutnya ideal untuknya. Saat fishe merasakan kebahagiaan itu, aku turut senang karena bisa melihat fishe berusaha menyayangi seorang lelaki lagi setelah merasa ditinggalkan dan diabaikan dengan lelaki yg pernah dia sayang. Bena’s really enjoyed with those circumtances, see her best pal happy.

Beberapa lama setelah kedekatan mereka, Bena dikejutkan oleh sesuatu yang aneh. Turtley mengirimkan request pertemanan di akun jejaring sosialnya (LINE), dan yang membuat terkejut adalah ternyata fishe yang memberikan ID-nya pada turtley. Bena lansung meminta penjelasan dari fishe, apa tujuan dia memberikan ID-nya itu. Ternyata turtley ingin bertanya mengenai sebuah tempat pada Bena. Entah itu hanya sebuah firasat ataukah pertanda lain, Bena merasa ada yang ganjil dan aneh, ditambah dia merasa tidak enak dengan fishe. Bena pun berhati-hati saat membalas chat dari turtley, walaupun kadang suka seenaknya membalas, sebisa mungkin Bena menempatkan turtley adalah temannya teman dia, Bena memberikan kesan yang membuat turtley tidak nyaman untuk chatting dengannya. Turtley terus-menerus banyak bertanya hingga Bena pun sering kesal, akibat dari terlalu seringnya mereka berdua chatting, itu selalu membuatnya bersalah. Bena berada di posisi yang sangat tidak dia sukai dan sangat menyebalkan. Mungkin fishe bermaksud untuk membuat lingkaran pertemanan seperti bersama cato pada saat itu. Bena berusaha dingin dan menjauh dengan perlahan, berhasil dia lakukan sekali, kemudian gagal karena turtley memulainya lagi, Bena menjauh lagi, namun tak berhasil dan lagi-lagi turtley yang mendatanginya, untuk terakhir kalinya dia mencoba untuk menghilang, tak lama setelah itu Bena melakukan hal bodoh yaitu mengirimkannya foto sebuah buku yang berjudul "normal is boring". Bena merasa bodoh, hanya bisa mengutuk dirinya sendiri untuk hal semacam ini. Memulai pembicaraan yg cenderung memancing untuk kembali lagi. Niatnya hanya ingin punya teman diskusi tentang buku dan melihat opininya tentang buku. Entahlah.

Hubungannya dengan fishe benar-benar tidak baik, Bena bukan hanya merasakannya tetapi memang kacau karena turtley. Selain turtley yang bersalah, Bena dan fishe pun salah. Kenapa fishe memberikan ID-nya pada turtley? and why she’s still keep chatting with turtley meskipun tak semanis fishe dengan turtley. Ditambah lagi Bena dan fishe yang tak lagi berkomunikasi dengan baik, saling menghilang, menutupi sesuatu dan bersembunyi, menampakkan diri hanyalah sebuah formalitas. Cukup membuatnya marah dan sedih atas kejadian itu. Ingin menjelaskan namun tak didengar. Fishe akhirnya muncul dan mengirimkan sebuah pesan panjang di chatroom, fishe benar-benar kecewa dengan turtley, fishe menyembunyikan marahnya pada Bena, dan Bena semakin merasa bersalah tanpa mendapat hak untuk membela diri. Kenapa Bena begitu bodoh dengan terus membalas chat dari turtley, mengapa Bena harus selalu menanggapinya, sekarang fishe sudah hampir tidak percaya lagi padanya. Bena mengganggu fishe, mengusik kesenangannya. She’s a junk. Niatnya yg ingin menambah pertemanan baik dengan orang baru malah berujung masalah. Masalah pertemanan.

Entah kenapa harus ada kejadian seperti itu yang menimpanya, membuat kacau pertemanan Bena dengan fishe. Dari kejadian itu, Bena tidak bisa lagi bercerita banyak pada fishe dan untuk terbuka dengannya. Semua karena ada batu besar yang mengganjal. Bena masih belum bisa mengendalikan emosi dan amarahnya. Jadi dia lebih memilih untuk diam dan menutup diri. Mencoba berpikir jernih untuk dapat berbicara dengan turtley dan fishe, jujur atas apa yang terjadi. Membangun keberanian untuk membuat keputusan, hanya untuk membuat jelas sesuatu yang samar, untuk memperbaiki pertemanannya yang sedikit rusak di tahun ini. Mungkin turtley berpikir bahwa hubungan pertemanan Bena baik-baik saja dengan fishe, tetapi bukan itu kenyataannya. Andai dia bisa memberanikan diri berkata pada turtley bahwa fishe benar-benar menyukainya. Kenapa dia diam saja seolah-olah tidak tahu? Menutup telinga dan hati untuk hal itu. Stupid. Karena apa? Apa alasannya? Bena tidak mau mengakui sebuah rasa, karena itu terdengar sangat aneh dan salah, memilih untuk menguburnya dalam dalam karena dia tidak berhak atas rasa itu. Keegoisan seorang perempuan, dia terlalu arogan, terlalu jumawa mungkin sehingga semuanya membawa malapetaka untuk dirinya sendiri. Ternyata rasa kagumnya terhadap turtley hanya sebatas kagum biasa, tidak seperti perasaan yg dimiliki fishe, Bena berusaha menghargai perasaan fishe kala itu jika saja fishe mau mendengarkan penjelasannya. Kenyataan yg terjadi pada saat itu adalah fishe sangat kecewa dengannya dan penjelasan apapun yg dia berikan tidak akan dipercayainya atau bahkan hanya diabaikan. Bena bukan orang jahat yg bisa enak menikmati hidup di atas penderitaan orang lain, tidak pernah sekalipun hidupnya tenang dan senang jika ada orang lain harus merasa sedih karena perbuatannya. Mencoba memperbaiki dan mengembalikan kepercayaan sahabatnya fishe tidaklah mudah, dia harus memahami dirinya sendiri jauh lebih baik lagi dari sebelumnya. Kisah ini merupakan salahsatu ujian kedewasaannya menentukan sikap dan perasaan, membuatnya bisa naik level meskipun banyak teman-temannya yg memandang dirinya sebagai perempuan jahat ketika kejadian itu berlangsung. Bena tidak mempunyai teman untuk berbagi masalah kecuali Allah dan ibunya saat dirinya dan fishe tidak sedang dalam kondisi baik, kenapa? karena dia hanya bisa bercerita kepada Tuhan Yang Maha Mendengar, Maha Melihat dan Maha Mengetahui segala isi hatinya dan pada satu orang yg percaya dengan ungkapan isi hatinya beserta tetesan air mata yg dia sembunyikan kemudian diseka olehnya berulang-ulang. Bena memberi pengakuan bahwa dia menyayangi sahabatnya.

Hey, mr. Turtley. Do you know about that? Are you realize something when you came to them? Do you understand about the story of Bena’s stupidity above? Okay, you deserve to do whatever you want, Bena just wanna tell you about this story. Sorry. It’s clear to describe her feelings.

(us: Bena and fishe at the same time)
(characters: Bena, cato, fishe, turtley)


If you enjoyed this story, please recommend and share to help others find it! Feel free to leave a comment below.

Written by

snmufidaa

There's always room for improvement.

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade