MENGENAL SANG PENCETUS RUMAH SUSUN, LE CORBUSIER
Ahmad Sobari
15417103
Charles-Edouard Janneret adalah seorang arsitektur ternama kelahiran Switzerland, 6 Oktober 1887. Charles lebih dikenal oleh publik dengan nama Le Corbusier. Ia bersama kawannya, Ludwig Mies van der Rohe, berfokus pada aliran desain international style dan sudah sangat dikenal di dunia atas penyebarluasan aliran desain tersebut. Desain-desainnya pada masa itu dipengaruhi oleh guru arsitekturnya, René Chapallaz, dan oleh apa saja yang ia lihat. Le Corbusier mengajar di sekolah lamanya yaitu La-Chaux-de-Fonds Art School yang berada di Swiss, selama Perang Dunia I dan tidak pernah kembali ke Paris. Selama 4 tahun disana, ia banyak menemukan teori-teori arsitektur yang yang berkaitan dengan teknik arsitektur modern dan berhasil membuat sebuah desain international style pada tahun 1914 sampai 1915 yang ia namakan dengan “Domino House”. Ia juga ikut membantu membeikan kehidupan yang lebih baik bagi wilayah-wilayah yang pada penduduk dengan merancang berbagai bangunan untuk meningkatkan kualitas hidup di India, Rusia, dan Amerika.

Pada tahun 1911, Le Corbusier pergi ke Semenanjung Balkan untuk mendatangi Yunani dan Turki. Selama di sana, ia menggambar rancangan dari banyak bangunan termasuk Kuil Parthenon, yang kemudian ia masukkan ke dalam Vers Une Architecture — merupakan kumpulan esei yang dibuat oleh Le Corbusier dan titerbitkan dalam jurnal Prancis, L’Esprit Nouveau — tahun 1923. Kemudian di tahun 1918, Le Cobusier bertemu dengan seorang pelukis Cubist, Amédée Ozenfant. Mereka berhasil menciptakan suatu teori baru yang dinamakan dengan Purism — suatu bentuk Cubism. Purism adalah salah satu pendekatan estetika dalam arsitektur, yang menampilkan kemurnian bangunan yang tak memiliki ornamen apapun yang diakibatkan oleh adanya adagium atau pepatah yang menyatakan bahwa “ Ornament is a crime”. Mereka menciptakan teori ini adalah untuk memberikan prinsip pada pengguna bahwa tanpa ornamen pu, bangunan masih tetap dapat terlihat indah. Selain itu, dengan menganggap bahwa Cubism adalah sebagai sesuatu yang irrasional, tapi romatis, mereka mempublikasikan manifesto mereka yang disebut dengan Après le Cubisme. Sampai tahun 1940, Le Corbusier bekerja sama dengan Amédée Ozenfant dan selalu menggunaka teori-teori yang meraka buat dalam bangunan-bangunan yang mereka buat seperti konsep Domino House dan Purism.

Le Corbusier mulai tertarik pada Urban Design (perencanaan perkotaan) setelah melihat kegegalan Prancis dalam menangani masalah permukiman kumuh (slum area) dan krisis perumahan perkotaan. Dengan konsep arsitektur modern yang ia miliki, ia beranggapan bahwa untuk menyelesaikan permasalahan ini adalah dengan membuat suatu hunian yang mampu menampung banyak orang. Kemudian rencana tesebut dapat diwujudkan dengan bangunan yang ia namakan dengan Immeubles Villas — yaitu block of cell atau individual apartement. Setiap ruangan yang ada dalam bangunan tersebut memuat ruang tamu, ruang tidur, dapur, dan taman.

Selain itu, Le Corbusier juga berhasil membuat kot ayang mampu menampung 3 juta penduduk yang ia beri nama Contemporary City (1922).



Selain dari yang telah disebutkan diatas, masih banyak karya luar biasa dari Le Corbusier, diantaranya Villa Savoye di Prancis, Notre Dame de Haut di Prancis, Bangunan di Chandigarh di India, kursi Chaise Longue “LC4”, Unite d’Habitation di Prancis, Usine Claude et Duval di Prancis, Chapelle Notre du Haut di Prancis, dan masih banyak yang lainnya.
DAFTAR PUSTAKA
Hanun. Mengenal Le Corbusier, sang “Pencetus Arsitektur Modern Dalam Permukiman Perkotaan.” 2011, http://ruangkotahanun.blogspot.com/2011/02/mengenal-le-corbusier-sang-pencetus.html.
Putri, Dyanara. Le Corbusier. https://www.merdeka.com/le-corbusier/profil/. Accessed 3 Sept. 2018.
