SABANG, WAJAH INDONESIA YANG KURANG TERAWAT

Ahmad Sobari
Sep 4, 2018 · 3 min read

Ahmad Sobari

15417103

Sabang, sebuah kota paling barat Indonesia yang menyimpan berjuta kisah dan keindahan yang mampu memanjakan mata siapapun yang mendatanginya. Terdapat 5 pulau yang begitu indah yang berada di Kota Sabang yaitu Pulau Klah, Pulau Rondo, Pulau Rubiah, Pulau Seulako, dan Pulau Weh yang merupakan pulau terbesar yang ada di Kota Sabang. Keindahan Kota Sabang tak hanya terlihat oleh mata penduduk Indonesia, melainkan juga oleh mata para turis asing yang pernah berkunjung kesana. Bahkan Great Britain Publishing telah menjuluki Kota Sabang dengan istilah The Golden Island (Pulau Emas) dan memasukkannya kedalam 501 pulau di dunia yang harus dikunjungi. Berkat hal tersebut jumlah wisatawan yang datang selalu meningkat setiap tahun dan berdasarkan PP no. 50 tahun 2011, Pulau Weh dimasukkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Terlepas dari keindahannya, Sabang masih menyimpan banyak sekali permasalahan kebutuhan dasar yang seharusnya sudah tidak terjadi bagi wilayah yang dikategorikan sebagai KSPN. Permasalahan pertama adalah sering terjadi kekurangan suplai air bersih di Sabang. PDAM Tirta Aneuk Laot sering mengalami permasalahan dalam pemenuhan kebutuhan air bersih bagi Pulau Weh yang diakibatkan sering rusakya mesin pompa yang berguna untuk mendistribusikan air bersih. Terdapat 3 pompa air yang rusak ditiga sumber air berbeda yaitu Cot Damar, Krueng Pancu, dan Danau Aneuk Laot. Menurut Direktur PDAM Tirta Aneuk Laot, pompa-pompa tersebut rusak karena umurnya yang sudah sangat tua dan dia menuturkan bahwa perusahaan mereka tidak memiliki dana yang cukup untuk membeli pompa yang baru sehingga pompa-pompa tersebut diperbaiki agar dapat digunakan kembali. Proses perbaikan pompa ini memacak cukup banyak waktu, seperti yang terjadi pada tahun 2016, pompa-pompa tersebut mengalami kerusakan dan harus diperbaiki yang memakan waktu kurang lebih 2 pekan. Hal tersebut mengakibatkan warga menjadi sengsara karena harus memenuhi kebutuhan air bersih dengan membeli ke depot air walaupun harganya jauh lebih mahal.

Permasalahan kedua yang dihadapi adalah krisis listrik akibat pertumbuhan dan perkembangan pesat dari sektor pariwisata. Dengan berkembangnya sektor pariwisata maka akan banyak dibangunnaya penginapan atau resort yang akan memerlukan pasokan listrik yang banyak. Tercatat pada tahun 2017, pemerintah mengalirkan listrik ke Kota Banda Aceh sebesar 7,8 MW sementara yang digunakan oleh Kota Sabang adalah sebesar 5,5 MW. Untuk mengatasi krisis listrik yang terjadi, pemerintah mulai melakukan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) yang nanti Kota Sabang akan mendapatkan 4 MW dari program ini. Akan tetapi program ini kurang efektif untuk mengatasi krisis listrik di Sabang, terbukti dengan digantinya PLTMG dengan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang baru dimulai tahun 2018 dan rencananya akan rampung pada tahun 2019. Hal ini menandakan bahwa Kota Sabang harus bersiap mengalami krisis listrik selama satu tahun kedapan.

Permasalahan ketiga adalah fasilitas kesehatan yang sangat kurang di Kota Sabang. Bahkan di Pulau Weh, setiap perahu yang ada disetiap rumah difungsikan sebagai ambulan yang akan mengantar pasien ke Banda Aceh yang memiliki fasilitas kesehatan lebih baik, hal ini pun akan dilakukan jika tidak ada angin kencang dan ombak besar di jalur laut menuju Aceh. Pada dasarnya, Kota Sabang telah diberi fasilitas kesehatan seperti RSUD dan puskesmas oleh pemerintah, akan tetapi fasilitas kesehatan tersebut masih kekurangan alat alat medis khusus sehingga hanya mampu menangani penyakit-penyakit ringan yang tidak memerlukan alat-alat khusus. Selain itu, RSUD yang ada sering kehabisan stok obat-obatan dan infus sehingga harus meminjam ke dinas kesehatan dan harus dikembalikan apabila RSUD sudah memiliki infus atau obat-obatan pengganti.

Itulah beberapa permasalahan yang tengah dihadapi oleh Kota Sabang, khususnya Pulau Weh, sebagai pulau ter-barat di Indonesia yang menjadi salah satu gerbang Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

Afif. Sabang Masuk Dalam 501 “Pulau Emas” Di Dunia Yang Wajib Dikunjungi. 2018, https://www.merdeka.com/peristiwa/sabang-masuk-dalam-501-pulau-emas-di-dunia-yang-wajib-dikunjungi.html.

Bakri. Krisis Air Bersih Di Sabang Berlanjut. 2016, http://aceh.tribunnews.com/2016/04/17/krisis-air-bersih-di-sabang-berlanjut.

Irman. Sabang Terancam Krisis Listrik Pada 2017. 2016, https://aceh.antaranews.com/berita/33254/sabang-terancam-krisis-listrik-pada-2017.

Jalaludin. Tahun 2019 PLTP Jaboi Terangkan Sabang. 2018, http://www.acehimage.com/tahun-2019-pltp-jaboi-terangkan-pulau-sabang/index.html.

Miftakhul. Potret Gerbang Indonesia, Di Sabang Jangan Pernah Sakit Keras. 2017, https://www.jawapos.com/nasional/21/08/2017/potret-gerbang-indonesia-di-sabang-jangan-pernah-sakit-keras.

    Ahmad Sobari

    Written by

    Unknown person