
Jadi beginilah bumi yang kita jadikan hunian. Jika semua manusia dikumpulkan dalam satu tempat, 7 miliar anak adam ini hanya akan memenuhi satu titik kecil di bumi; National Geographic mengatakan Los Angeles paling pas untuk itu. Hanya butuh 1300 m² untuk membuat semua manusia berdiri di satu lokasi.

Lihat gambar itu; adalah bumi kita jika gelap gulita. Titik-titik putihnya adalah tempat dimana sebagian besar manusia berada, ditandai dengan daya listrik yang memberdayakan kota-kota. Cerah di tengah pekat.
Bumi ini sejak dulu isinya di situ-situ saja. Manusia tak tahan hidup jauh dari aliran air dan cuaca yang stabil. Andaikan Allah menakdirkan Laut Tengah tumpah; bisa dibayangkan berapa ratus juta manusia nyawanya melayang. Atau jika Laut Cina Selatan bergoyang, bisa jadi 1 miliar nyawa jadi korban.
Manusia ini, pesawat turbulensi berteriak histeris. Kapal miring sedikit langsung pada bersyahadat. Gulungan torpedo mengancam desa dan kota-kota, semuanya berlarian. Tapi setelah semua itu dilewati, masih saja lupa bahwa kita sangat dekat dengan yang namanya mati.
Ada 266 anak lahir setiap menit, 382 ribu dalam sehari dan 139,5 juta pertahun. Anak-anak Adam ini dilahirkan sebagai hamba Allah yang bersih dan suci. Lalu, manusia yang mendahuluinya hidup di bumilah yang akan mewarnainya. Banyak yang berbelok, hanya secuil yang selamat sampai bertemu Tuhannya.
Inilah misteri bumi kita. Tentang kuantitas yang semakin hari makin bertambah. Fakta-fakta yang ternyata baru saja kita ilmui, dan masih terlalu banyak gelap di luar sana, entah kita mampu memecah misterinya, atau kiamat akan lebih dulu menyelesaikan peran kita memimpin dunia.
#renungan
