
Kalau nanti kamu dapati harapanmu tidak seperti apa yang kamu inginkan, padahal perjuangan telah kau lakukan, keringatmu mengalir deras, waktumu telah banyak kau korbankan. Tak perlulah menggerutu, lalu sibuk mencemooh sebuah ketetapan. Tak perlu, telan saja.
Kalau nanti kamu dapati seseorang yang begitu kau harapkan menemani separuh langkahmu ke depan. Seseorang yang begitu kau inginkan menyatukan harap dan tujuan. Namun di tengah jalan, harapmu itu terpatahkan. Tak perlulah kamu teteskan air mata, lalu sibuk menangisi kejadian yang telah direncanakan. Lalu, sibuk mengumbar-umbar perasaan di sosial media agar orang lain mengetahui apa yang kita rasakan. Tak perlu, cobalah telan saja.
Kalau nanti perjuanganmu tak dihargai oleh orang lain. Terlebih olehnya yang kau harapkan membersamai impianmu kelak. Tak perlu merasa lemah, sebab kamu telah berjuang. Bukankah, kalah setelah berperang jauh lebih bermakna daripada mundur sebelum berperang? Setidaknya kau telah membuktikan bahwa perjuanganmu telah membuahkan hasil, meski tidak seperti yang kau inginkan. Cobalah, telan saja.
Dunia ini terlalu luas hanya untuk mengurusi perasaan-perasaan yang “sepele”. Ada banyak hal di luar sana yang jauh lebih penting untuk kita selesaikan. Ada begitu banyak manfaat yang menunggu untuk kita tebarkan. Ada begitu banyak kebaikan yang menunggu untuk kita tunaikan.
Dunia ini terlalu luas jika hanya diisi dengan penyesalan, lalu disebarluaskan kepada orang lain dengan harapan memberi pesan. Padahal mereka punya dunianya sendiri, dan tak begitu ingin tahu tentang apa yang kita rasakan.
Sesekali jadilah pandai dalam menahan diri. Pandai untuk tidak berucap kesal ketika marah. Pandai untuk tidak mengeluh ketika kecewa. Jadilah pandai menjaga kehormatan dan biarkan dunia mengenal namamu hanya dari banyaknya kebaikan yang kau lakukan.
