CAMER Oktober : Mengenal Lebih Dalam Ardhi Rasy Wardhana !

Kenalan dulu yuk Kak !
Ardhi Rasy Wardhana, 24 tahun, yang lebih dikenal sebagai Presiden KM ITB untuk periode 2017/2018 adalah alumni jurusan Teknik Pertambangan angkatan 2013. Kak Ardhi lahir di Jakarta pada tanggal 8 Mei 1995 dan tumbuh besar di Jakarta pula, merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Sejak kecil, ia sudah diperkenalkan dengan dunia politik oleh kedua orangtuanya dan bahkan sudah terbiasa membaca buku-buku berbau sejarah sejak ia masih duduk di bangku SD. Kebiasaan ini terus melekat hingga ia beranjak memasuki masa perkuliahan, bahkan hingga setelah ia lulus dari perkuliahan.
Sekarang lagi sibuk apa aja Kak ?
Setelah Kak Ardhi lulus, ia merantau ke Samarinda untuk mendirikan badan konsultasi pertambangan. Dalam perantauannya di Kalimantan Timur, ia menemukan suatu keresahan dimana ia merasa bahwa masyarakat sekitar yang umumnya merupakan masyarakat dengan kemampuan ekonomi menengah keatas masih memiliki kepekaan yang minim terhadap isu-isu sosial masyarakat yang beredar dan cenderung mengalami inferiority complex terhadap kekayaan materi. Berlandaskan keresahan ini, ia mendirikan sebuah komunitas sebagai wadah bagi masyarakat sekitar untuk bertukar pikiran mengenai isu masyarakat yang ada yang ia beri nama Sæsama.
Apa sih itu komunitas Sæsama ?
Sæsama merupakan sebuah wadah bagi pemuda-pemuda untuk berkumpul, bertukar pikiran, berdebat, dan mencari solusi atas permasalahan yang timbul di masyarakat. Komunitas ini berdiri di Samarinda pada tanggal 14 April 2019.

Target utama dari komunitas ini adalah insan muda yang diharapkan dengan keikutsertaannya dalam komunitas ini, pola pikir dan karakter yang baik akan muncul sehingga mereka akan membawakan perubahan yang baik di masa yang akan datang. Selain mengumpulkan masyarakat untuk berdiskusi mengenai isu yang beredar, Sæsama juga kerap mengundang tokoh-tokoh penting untuk membagikan pandangannya terkait isu yang sedang dibahas. Terlebih lagi, bukan hanya sekedar membahas, diharapkan output dari kajian yang dilakukan dapat diimplementasikan sehingga dapat memberi penyelesaian bagi permasalahan yang ada. Salah satu kajian yang baru-baru ini dilakukan oleh Sæsama adalah kajian dengan judul bahasan “Banjir Samarinda dengan Perspektif Lingkungan dan Tata Kota”.

Selain ngurusin Sæsama lagi ngapain lagi Kak ?
Selain mendirikan Sæsama, Kak Ardhi juga mendirikan coffee shop yang baru saja dilaksanakan Grand Opening pada 3 November 2019 lalu. Kafe ini ia beri nama cultuúr volk.

Tempat ini didirikan sebagai wadah berkumpul dan penunjang kegiatan dari komunitas Sæsama. Selain itu tempat ini juga didirikan dengan tujuan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar yang berkeinginan menjadi barista. Uniknya, pekerjaan ini tidak melihat pengalaman dari sang pelamar pekerjaan. Oleh karena itu semua orang, asalkan memiliki kemauan belajar, bisa bekerja disini.


Oleh: Jevon Robinson Joel Simatupang & Nur Rizki Tazkia Az Zahra
