Anekdot Akhir Minggu

Ichsan Ramadhan
Jul 24, 2017 · 1 min read

“Hehehe.”

Responku terhadap sebuah gambar yang ada di muka. Terkekehku rasanya menjadi asing bagi mereka yang melihat. Bisa saja mereka nggak memperhatikan secara teliti atau memang yang kulihat cuma ilusi, berasal dari refleksi cahaya yang masuk ke dalam mata. Aku nggak ambil pusing, sih, sebenarnya. Toh, setelah melirik, mereka kembali menunduk. Rasanya seperti bersiap untuk mengikuti prosesi mengheningkan cipta yang cukup familiar saat sekolah dulu.


Tenang saja, pikiranku tentang mereka nggak akan mengaburkan pandanganku terhadap dirimu. Kepalaku masih mampu tegak dan mataku masih sigap untuk menangkap khasnya dari cara berpakaianmu. Ya, meskipun ada rasa resah dalam pencarian, tapi masih bisa dipaksakan sedikit.

    Ichsan Ramadhan

    Written by

    I write what i feel

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade