Aku gak suka kegiatan organisasi, tapi aku melakukannya. Here I tell you why… [part 2]

Rima
Rima
Sep 8, 2018 · 4 min read

Selama acara aku juga mulai menyadari dua hal positif yang aku pelajari dari ikut kepanitiaan acara ini yaitu:

1. Datang lebih awal

Jadi selama acara itu panitia diwajibkan hadir jam enam pagi, nah itu waktu hari pertama aku datang nya jam enam lewat beberapa menit, memang enggak begitu telat tapi masalahnya ternyata peserta sudah pada banyak yang datang, sementara aku sebagai panitia baru datang. Itu rasanya enggak enak banget, jadi enggak tenang juga soalnya harusnya ada briefing tapi aku gak ikut kan, jadi khawatir bakal ada miskomunikasi. Datang lebih awal dari waktu yang ditentukan itu bisa bikin kita lebih sigap dan tenang, dan tentunya itu mencerminkan disiplin diri dan profesionalitas. Eaaa udah bahasa anak organisasi belum nih guys.

2. Skill makan cepat

Jadi selama acara itu kan panitia benar-benar sibuk jadi waktu buat ISHOMA pun sedikit karena harus gantian sama panitia lain, jadi aku makannya harus cepet. Aku pernah nonton drama korea, dan tokoh utamanya itu seorang ibu muda kan, dia bilang ketika dia udah punya baby, dia jadi kebiasaan makan cepat soalnya harus ngurusin anaknya dan engga bisa ditinggal lama-lama. Sebenarnya ini tergantung yah soalnya ada kan ibu yang nge-hire babysitter, tapi kalau aku sih bakal prefer ngurusin sendiri, biar kayak ibuk nya Kirana, yang sangat akrab sama Kirana ;D Bagi yang enggak tau Kirana bisa cari akunnya di instagram dengan nama ibuk nya Retno Hening. Tapi btw makan cepat itu sebenarnya engga terlalu bagus hehe menurutku ini harus dijelasin lebih detail lagi gimana cara makan cepat yang tetap baik buat perut, mungkin kunyah nya dipercepat tapi tetep dihitung berapa kunyahan biar kerongkongan bisa mencerna nya lebih mudah. Harus tanya-tanya orang di bidang ilmu gizi atau kesehatan mungkin yaah.

Pastinya banyak lagi sih hal positif yang didapet, temen-temen yang sudah sering organisasi acara juga pasti tau banget. Yang aku tulis di sini sih lebih ke hal yang muncul di pikiran aku kayak “OH IYAYA bagus juga” hehe soalnya image organisasi di mata aku sudah gak bagus dari awal kan. Terus juga hal-hal ini yang memang mempengaruhi aku seterusnya walau acara sudah selesai.

Setelah ngebahas positif dan negative nya jadi panitia acara, aku juga mau sharing tentang pengamatan aku. Ini lebih kayak pikiran-pikiran yang muncul di benak ku sih. Jadi selama acara itu selalu ada briefing pagi dan evaluasi sore. Nah setiap evaluasi sore itu aku suka kayak merhatiin panitia-panitia lain. Aku bingung, karena setelah mereka bercapek-capek kok bisaa mereka masih ketawa-tawa, apalagi koordinator divisi acara! Taulah betapa pusing nya karena dia harus mastiin semua nya berjalan sesuai rundown. Tapi aku merhatiin dia, dia masih bisa senyum lebar pas sore, sementara aku gitu yang engga ngapa ngapain, yang cuma jadi pendamping kelas maba.. tapi muka ku itu kayak capek haha. Jujur aku itu respect banget sama orang yang love what they’re doing, dan itu terlihat di wajahnya. They look beautiful. Walau sebenarnya aku belum nanya apakah dia benar-benar suka apa yang dia lakukan.

Kemudian juga, aku bingung. Mungkin agak kesal juga, sama beberapa panitia yang aku pikir mereka itu kurang memiliki rasa kepemilikan atas acara ini. Contohnya, mereka yang enggak datang rapat tanpa alasan yang jelas. Padahal dari awal itu di form pendaftaran sudah diminta komitmennya buat acara ini. Aku aja gitu ya yang ikut karena pengen dapat sertif (alias kurang ikhlas) merasa ada tanggung jawab buat datang, walau sebenarnya aku akuin beberapa rapat itu suka telat mulainya dan ngebahas hal yang kurang signifikan. Tapi bukannya anak organisasi suka mempertanyakan totalitas? Juga loyalitas. HEHE. Gak tau sih ya tapi balik lagi ke prinsip masing-masing orang.

Terus ada lagi ini. Aku enggak paham kenapa beberapa panitia menggunakan dana acara buat beli konsumsi di luar konsumsi acara. Ya memang sih mereka sudah kerja duluan dari kebanyakan panitia dan mereka kerja nya lebih berat, tapi sebenarnya itu enggak urgent gitu. Kalau aku sih malah merasa kurang enak kalau menggunakan dana yang bukan dari danusan sendiri gitu. You may judge me for thinking like this haha just don’t let me know.

Jadi ya bisa dilihat alasan aku enggak suka organisasi itu karena itu melelahkan secara fisik dan pikiran juga, terus karena orang-orang nya juga yang kadang entah bikin aku merasa insecure, atau malah nyusahin aku. Pada akhirnya seengak suka nya aku terhadap kegiatan organisasi aku tetap melakukannya, karena aku butuh sertifikat yang bakal jadi bukti nyata buat orang yang bakal mempekerjakan aku. Aku juga butuh kebiasaan-kebiasaan bagus yang bisa tumbuh dari ikut organisasi. Jujur sejujurjujurnya I hate to say this but organization is good. If you don’t like organization and decide to avoid it in your life, that is okay. As long as you know the other way to obtain life-skills. Buat aku, ya sebagai mahasiswa di Indonesia, aku merasa banyak banget kesempatan buat mengembangkan diri melalui organisasi apalagi di kampus aku, jadi ya… kenapa enggak berorganisasi?

THANK YOU FOR READING UNTIL PART 2 AND I HOPE YOU DID SMILE.

Rima

Written by

Rima

Looking at the wind blowing through the branches. kritik&saran: https://forms.gle/ZEwe4SdoDergvsoj6