Dan jika.

Pada malam itu,
(sunyi, sepi, suara jangkrik dan lampu oren yang menyala hangat)
Di jam-jam dimana otak mulai berpikir tentang hal-hal kehidupan.
entah mengapa hanya ada hal itu yang aku pikirkan.
Pada saat itu aku berpikir demikian.
“ Dan jika kehidupan ini hanya sebuah kehidupan yang terus berulang hari demi hari. untuk apa aku hidup?”
“Dan jika kehidupan ini hanya untuk melakukan yang aku tidak suka. Untuk apa aku hidup ?”
“Dan jika kehidupan ini hanya untuk merasakan kesedihan dan kebahagiaan. Untuk apa aku hidup?”
“Dan jika kehidupan ini hanya untuk membuat orang lain bahagia. Untuk apa aku hidup?”
“Dan jika kehidupan ini hanya untuk mengejar kesempurnaan. Untuk apa aku hidup?”
“Dan jika kehidupan ini hanya untuk mengejar pekerjaan dan kesuksesan. Untuk apa aku hidup?”
Apapun yang aku pikirkan pada malam itu hanya tentang kehidupan dan kehidupan.
Untuk apa aku hidup dan apa gunanya aku hidup?
Pernyataan itu semua seperti Refleksi untuk diri sendiri. Apa makna kehidupan bagi aku sendiri dan bagaimana cara menghadapi kehidupan ini.
Tiba-tiba aku menemukan sebuah pencerahan yang ada pada kutipan seseorang bahwa kita hidup tidak untuk merasakan kebahagiaan saja tapi kita hidup harus ada maknanya atau berguna di dunia. Pada Intinya kehidupan ini sangat jenuh jika kita hanya mengejar kebahagiaan tetapi kita sendiri tidak berguna untuk orang di sekitar kita.
“it’s not just about HAPPINESS but it’s USEFULNESS.”
