Data Warehouse dan Relevansi Penggunaannya
Data warehouse adalah data-data yang berorientasi subjek, terintegrasi, memiliki dimensi waktu, serta merupakan koleksi yang bersifat tetap (non-volatile). Data warehouse digunakan dalam mendukung proses pengambilan keputusan oleh para manajer di setiap jenjang, namun terutama pada jenjang manajerial yang memiliki peringkat tinggi.
Data warehouse memungkinkan integrasi berbagai macam jenis data dari berbagai macam aplikasi atau sistem. Hal ini menjamin mekanisme akses “satu pintu bagi manajemen untuk memperoleh informasi dan menganalisisnya untuk pengambilan keputusan”.

Penggunaan data warehouse hingga kini masih sangat relevan. Setidaknya ada empat tugas yang dapat dilakukan dengan adanya data warehouse. Menurut seorang yang bernama Williams, keempat tugas tersebut yaitu:
a. Pembuatan laporan
Data warehouse dapat dimanfaatkan untuk membuat laporan, mulai dari laporan harian, mingguan, bulanan, tahunan, atau bahkan laporan untuk jangka waktu yang dapat kita sesuaikan dengan keinginan kita.
b. On-Line Analytical Processing (OLAP)
Dengan adanya data warehouse, semua informasi yang terperinci maupun yang berupa summary yang dibutuhkan dalam proses analisis mudah didapat. OLAP mengimplementasikan konsep data multi dimensi dan memungkinkan para penggunanya menganalisa data hingga ke tingkat yang mendetail tanpa mengetikkan satupun perintah SQL. Hal ini dimungkinkan karena pada konsep multi dimensi, data yang berupa fakta yang sama bisa dilihat dengan menggunakan fungsi yang berbeda. Fitur lain yang ada pada sofware OLAP adalah fitur rool-up dan drill-down. Drill-down adalah fitur yang memampukan kita untuk melihat detail dari suatu informasi, sedangkan roll-up merupakan kebalikannya.
c. Data mining
Data mining merupakan proses untuk menggali (mining) pengetahuan dan informasi baru dari data yang berjumlah banyak pada data warehouse, dengan menggunakan kecerdasan buatan (Artificial Intelegence), ilmu statistika dan matematika. Data mining merupakan teknologi yang diharapkan dapat menjembatani komunikasi antara data dan penggunanya. Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh data mining antara lain:
- Menebak target pasar. Data mining dapat melakukan pengelompokan (clustering) model-model pelanggan dan melakukan klasifikasi terhadap setiap pelanggan sesuai dengan karakteristik yang diinginkan.
- Memprediksi penjualan. Data mining dapat digunakan untuk melihat pola pembelian dari waktu ke waktu. Pola pembelian ini dapat digunakan untuk memprediksi penjualan dari suatu produk di masa yang akan datang.
- Melakukan cross-market analysis. Data mining dapat dimanfaatkan untuk melihat hubungan antar berbagai produk.
- Melihat profil pelanggan. Data mining bisa membantu pengguna untuk melihat profil pelanggan, sehingga dapat diketahui bagaimana kecenderungan dari segmen pelanggan tertentu terhadap berbagai produk.
- Membuat ringkasan laporan. Data mining dapat digunakan untuk membuat ringkasan laporan yang bersifat multi dimensi dan dilengkapi dengan informasi statistik lainnya.
d. Pendukung pengambilan keputusan di tingkatan atas
Data warehouse dapat membuat ringkasan informasi yang penting dengan tujuan mendukung pengambilan keputusan bisnis, tanpa harus menjelajahi data secara keseluruhan. Dengan menggunakan data warehouse, kita dapat melihat ringkasan dari suatu laporan maupun versi detailnya, sehingga mempermudah proses pengambilan keputusan. Informasi serta data pada laporan data warehouse merupakan hal informatif yang ditargetkan untuk kalangan eksekutif atau manajemen senior perusahaan. Merekalah yang akan berperan dalam mengambil keputusan jangka panjang yang tentunya sangat berdampak bagi haluan perusahaan berdasarkan hal tersebut.
Membangun data warehouse tentu saja mendatangkan keuntungan lebih bagi suatu perusahaan. Menurut Sean Nolan & Tom Huguelet, beberapa keuntungan tersebut yaitu:
- Kemampuan untuk mengakses data yang besar
- Kemampuan untuk memiliki data yang konsisten
- Kemampuan kinerja analisa yang cepat
- Mengetahui adanya hasil yang berulang-ulang
- Menemukan adanya celah pada business knowledge atau business process
- Mengurangi biaya administrasi
- Memberi wewenang pada semua anggota perusahaan dengan menyediakan informasi yang dibutuhkan mereka agar kinerjanya bisa jauh lebih efektif
