Kembali ke Pelukan Ibu

Suci Trianingrum
Nov 8 · 1 min read
potret ibu dan bapak, sewaktu SMA

Kemarin adalah hari yang melelahkan. (Tapi, semoga hari ini tidak).

Dunia ini begitu pelik hingga aku susah menerjemahkannya. Pulang petang dalam keadaan mata berlinang, menumbuh dan menjadi tua rasanya memuakkan.

Aku letih, ibu.

Sesegera di rumah, aku memilih untuk segera memelukmu. Sebab, merengkuhkan jiwa yang begitu rentan ini ke badanmu membuatku menjadi nyaman.

“Dan di hariku yang paling gelap, semoga aku akan mengingat, bahwa ini sementara, dan akan segera pergi, dengan cepat”.

    Suci Trianingrum
    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade