Isi kepala

Tiek saja
Tiek saja
Jul 24, 2017 · 1 min read

Isi kepala yang saya maksud disini bukan otak melainkan pikiran-pikiran. Saya berusaha menuangkan isi kepala saya disini, takutnya kalau terlalu banyak akan meledak nantinya. Seringkali keinginan untuk menuliskan isi kepala saya sangat besar, bahkan ketika begitu banyak kata-kata yang membanjiri didalam kepala, saya merasa jari-jari saya akan kewalahan mengetik semua kata-kata yang muncul. Dan jujur itu yang membuat saya akhirnya enggan menulis dan membiarkan kata-kata itu mengendap didalam kepala. Bisa dibayangkan jika sesuatu yang lama dibiarkan begitu saja, menumpuk, mengendap dan akhirnya membusuk. Menyedihkan dan tragis.

Kata-kata yang muncul kadang dalam bentuk ide, kadang dalam bentuk curhatan dan biasanya juga muncul dalam bentuk kemarahan. Dimasa lalu saya terbiasa menuliskan daily activity saya kedalam buku diary, sejak saya SMP tepatnya, dan terus berlanjut sampai saya selesai kuliah. Seiring waktu jaman berganti, teknologi semakin canggih dan entah kenapa kebiasaan saya untuk menulis hal-hal remeh tersebut menguap entah kemana. Mungkin saya harus kembali belajar untuk menuliskan isi kepala saya, yang tentu saja di era digital ini lebih tepatnya mengetikkan isi kepala saya ke digital diary. Semoga kelak ini bisa menjadi sesuatu yang bisa dibaca oleh anak-anak saya agar mereka tahu bahwa emak mereka bukanlah emak yang gaptek :-D

    Tiek saja

    Written by

    Tiek saja

    Yang bercakap dalam diam