Jul 24, 2017 · 1 min read
Pengakuanku atas seorang lelaki yang berdiri dibawah hujan, datang membawa impiannya melewati jalan setapak dan penuh kerikil
Keluhku pada seorang lelaki, yang memberi arti pada setiap hela nafasnya, melukis pelangi diatas kanvas hitam. Menggenggam kuas keyakinan dengan erat.
Tangisku untuk seorang lelaki. Pemilik hati, pemberi tawa, pembawa duka. Menyambut tangan untuk mencintai, tanpa syarat tanpa batas waktu
Kembaliku pada seorang lelaki yang memegang erat tanganku, memberi keyakinan pada hati yang rapuh, bahwa mencintai adalah apa adanya
Dan itu berarti disisinya…….
