Tiek saja
Tiek saja
Jul 24, 2017 · 1 min read

Pengakuanku atas seorang lelaki yang berdiri dibawah hujan, datang membawa impiannya melewati jalan setapak dan penuh kerikil

Keluhku pada seorang lelaki, yang memberi arti pada setiap hela nafasnya, melukis pelangi diatas kanvas hitam. Menggenggam kuas keyakinan dengan erat.

Tangisku untuk seorang lelaki. Pemilik hati, pemberi tawa, pembawa duka. Menyambut tangan untuk mencintai, tanpa syarat tanpa batas waktu

Kembaliku pada seorang lelaki yang memegang erat tanganku, memberi keyakinan pada hati yang rapuh, bahwa mencintai adalah apa adanya

Dan itu berarti disisinya…….

    Tiek saja

    Written by

    Tiek saja

    Yang bercakap dalam diam

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade