Ada air mata yang tak terusap
Di sudut — sudut kota
Di pinggir — pinggir jalan raya
Di bawah — bawah jembatan
Ada anak kecil tak sekolah dengan baju tak terurus
Ada orang tua menggendong anaknya meminta — minta sekedar demi perut
Ada yang tak punya rumah dan tidur beralaskan seadanya
Dingin…
panas…
hujan…
gelap…
tak lagi jadi kepedulian bagi mereka
Dan mereka terpaksa menjalaninya
dengan alibi-alibi konyol dari mulut para manusia — manusia bertopeng agama
“Terima saja, itu sudah takdir Tuhan”
Cuiihhh…
Lihat! Mereka menangis memeras perut
Kedinginan tanpa selimut dalam tidur mereka
Dan kau malah menghakimi mereka tak mensyukuri takdir ketika menengadah penuh adu kepada Tuhan
Lihat! Rumah — rumah mewah
Mobil — mobil mahal
Pakaian — pakaian bagus
Dan makanan — makanan lezat para abdi negara yang tetap berdiri bangga diatas kejahatannya
Mereka seharusnya tak ada di dunia ini
Mereka seharus sudah ditembak mati
Agar tak ada lagi kemiskinan di tanah air ini
Di Tanah air yang katanya subur, makmur dan kaya alamnya
Tapi ironis, kehidupan rakyat bertolak belakang dengan semua itu
|Barru, 2017| ||Sulawesi Selatan||