Kakak Culling
Aug 28, 2017 · 1 min read

Ada air mata yang tak terusap

Di sudut — sudut kota

Di pinggir — pinggir jalan raya

Di bawah — bawah jembatan

Ada anak kecil tak sekolah dengan baju tak terurus

Ada orang tua menggendong anaknya meminta — minta sekedar demi perut

Ada yang tak punya rumah dan tidur beralaskan seadanya

Dingin…

panas…

hujan…

gelap…

tak lagi jadi kepedulian bagi mereka

Dan mereka terpaksa menjalaninya

dengan alibi-alibi konyol dari mulut para manusia — manusia bertopeng agama

“Terima saja, itu sudah takdir Tuhan”

Cuiihhh…

Lihat! Mereka menangis memeras perut

Kedinginan tanpa selimut dalam tidur mereka

Dan kau malah menghakimi mereka tak mensyukuri takdir ketika menengadah penuh adu kepada Tuhan

Lihat! Rumah — rumah mewah

Mobil — mobil mahal

Pakaian — pakaian bagus

Dan makanan — makanan lezat para abdi negara yang tetap berdiri bangga diatas kejahatannya

Mereka seharusnya tak ada di dunia ini

Mereka seharus sudah ditembak mati

Agar tak ada lagi kemiskinan di tanah air ini

Di Tanah air yang katanya subur, makmur dan kaya alamnya

Tapi ironis, kehidupan rakyat bertolak belakang dengan semua itu

|Barru, 2017| ||Sulawesi Selatan||

)

    Kakak Culling

    Written by

    rumahmu adalah hatiku, maka pulanglah kedalam dadaku.