Kakak Culling
Jul 27, 2017 · 1 min read

Aku diambang putus asa

Aku lelah mengeja waktu. Berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan bahkan kini telah menginjak jauh di badan tahun. Kabar anginpun tak pernah dibawanya darimu.

Aku lelah.

Jika memang kesetiaan itu diukur dari sekuat apa seseorang menunggu. Berarti Aku kini telah kalah. Aku tak sekuat itu. Aku tak sekokoh itu.

Aku pasrah.

Ini mungkin titik terlemah dari sebuah perjuangan. Tapi orang waras mana yang menunggu setegar itu? Orang waras mana yang menyetubuhi sepi selama menahun? Tanpa kabar sedikitpun. Tanpa kepastian pulang secuilpun.

Jika memang ada. Aku mungkin harus belajar darinya. Tentang bagaimana membunuh hati. Tentang bagaimana agar hati tak merasakan apa-apa. Tentang bagaimana agar hati mengajak logika berkompromi agar tetap berpikir baik tentang jauhmu.

Tunjukkan!
Karna aku diambang putus asa.

    Kakak Culling

    Written by

    rumahmu adalah hatiku, maka pulanglah kedalam dadaku.

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade