Kakak Culling
Jul 22, 2017 · 1 min read

Jika hanya sekedar, jangan buat jadi seolah-olah

Entah aku harus membenci diri sendiri, atau kah membencimu. Aku masih saja hanyut dalam tatapan, senyuman, dan sapamu. Dan kau tetap saja menganggapku tak lain hanya sekedar istimewa tanpa makna lebih.

Perhatianmu. Kenapa masih kau lanjutkan padaku. Disaat aku tengah berusaha menetralkan rasa agar tetap berada disampingmu, kau tak sedikitpun mengendorkan rasa simpati atasku.

Bahkan lebih.

Bagaimana aku mampu menghalau bahkan membunuh rasa ini, sementara kau masih antusias melancarkan perhatian padaku. Aku berlebihan? Yah, mungkin aku berlebihan menanggapinya. Tapi salahkah? Sementara aku tahu, bahwa hal serupa tak pernah kau berikan pada yang lain.

Hentikan atau aku pergi.

Kita perlu bekerjasama dalam hal ini. Aku tahu kau tak menghendaki berjauhan denganku, karena kita telah lama bersama, begitupun denganku. Tapi kau harus mengulurkan simpati itu, setidaknya sampai aku menganggap bahwa perhatian yang kau berikan adalah sesuai porsi seorang teman kepada teman dekatnya.

MC, 22 JULI 2017

    Kakak Culling

    Written by

    rumahmu adalah hatiku, maka pulanglah kedalam dadaku.

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade