Perihal hati.
Anggap saja aku gampangan. Atau mungkin ada yang lebih hina dari itu. Utarakan saja semua buruk-buruk yang terpahat dibenakmu tentangku. Karena hatiku sudah tak merasai apa-apa lagi, setelah seluruh ruhnya kuganti dengan namamu, dan pergimu telah mematikannya.
Anggap saja aku gila. Atau apapun yang lebih menyayat daripada belati. Toh, hati ini juga sudah mati. Sudah tak dapat merasakan benci.
Kumpulkan semua praduga-praduga apapun tentangku. Aku takkan marah. Bagaimana aku akan marah, sedang hati sebagai rumah segala rasa telah tak bernyawa.
Pulanglah jika kau telah puas. Aku akan dengan luang menerima datangmu.
Pulanglah, karena dengan itu hatiku akan hidup kembali.
Pulanglah dan aku akan menganggap semua yang telah terjadi itu, tak pernah terjadi.
Pulanglah... setelah itu kau boleh pergi sesukamu.
MC, 2017