Kakak Culling
Aug 26, 2017 · 1 min read

Sebelum Siang

Remah-remah harapan memenuhi kepala

Aku, mengenang, tertunduk dalam penyesalan

Kau, yang membom asa itu, tertawa dengan sindiran

Tak salah bila aku melepasmu dan memilih merdeka

Karena selama bersama, aku asing dengan kata dan makna merdeka

Kau, dengan segala egomu, mendiskrimanasi diriku

Tapi saat itu, aku bodoh. Cinta, ku-tuan-kan.

Sekarang aku sadar, cinta kadang lebih menyampahkan daripada sampah

Cinta kadang lebih menghina daripada kehinaan itu sendiri

Dan aku, kini pergi menjemput merdeka.

Barru, 2017 |Sulawesi Selatan|

)

    Kakak Culling

    Written by

    rumahmu adalah hatiku, maka pulanglah kedalam dadaku.