Kakak Culling
Jul 30, 2017 · 1 min read

TAK PENTING BAGI MEREKA

Banyak teman-teman setingkatku yang penasaran padamu, khususnya kaum adam. Mereka tak jarang memintaku mendefenisikan dirimu. Bahkan ada yang ngotot — meski dengan mimik wajah canda — memaksa sekedar untuk melihat rupamu. Tapi aku bisu. Tak menurut. Karena memang tak penting semua itu.

Bagiku mereka tak perlu tahu tentangmu. Apalagi sampai memintaku mendefenisikan bagaimana dirimu. Apa pentingnya mereka? Lalu apa untungnya bagiku? Mereka hanya akan menjadikanmu sebagai bahan pengandaian — layaknya perempuan-perempuan malam — seperti teman-temanku kebanyakan. Dan itulah hal terbenci dalam hidupku.

Aku hanya tak suka, mereka yang bukan siapa-siapamu — kenalpun tidak — , lantas melahirkan hipotesa tak pantas tentangmu.

Aku mencintaimu. Dan sebab itu, aku tak suka siapapun yang memburukkan pikirannya tentang dirimu. Terlebih bila kau memang tak pantas untuk dibandingkan ataupun disamakan dengan hal-hal yang tak pantas.Tak apa mereka menganggap aku tak mengakuimu sebagai kekasih. Tak apa mereka berpikir kalau aku tak serius terhadapmu. Atau apapun praduga mereka terhadap kita, selagi masih bisa ditoleransi. Aku tak peduli.

Bagiku, pengakuan tak sekedar mengatakan bahwa DIALAH KEKASIHKU. Tak sekedar memperlihatkan kalau INILAH BELAHAN JIWAKU. Tapi bagiku, pengakuan lebih kepada TINDAKAN. Pengakuan itu lebih kepada MENJAGA. Dan menurutku, pengakuan yang lebih real dari semua pengakuan yang ada, adalah menemui orang tuanya dan mengakatan “AKU INGIN MELAMAR ANAKMU”.

MC, 2017

    Kakak Culling

    Written by

    rumahmu adalah hatiku, maka pulanglah kedalam dadaku.