Siapa Aku Yang Terjawab.

Aku sudah tahu, bahwa aku hanyalah seorang perempuan lemah. Berusaha keluar dari kenyamanan namun sering sakit hati ketika dunia luar mentertawakan. Aku sudah tahu siapa aku sebenarnya. Bukan seorang yang mampu menguatkan seperti kata orang-orang dekat, bukan juga seorang perempuan yang penuh dengan semangat dalam menjalani kehidupan.
Banyak hal berubah. Namun tetap saja hatiku masih rapuh bersinggungan dengan hujatan. Orang suka mengataiku semena-mena tanpa aku mampu membalasnya.
Ah, hati ini mengapa tidak bisa berubah. Sejatinya aku selalu mengharapkan perubahan dari dalam diriku yang rapuh ini. Mengapa aku selalu tetap pasrah disaat orang sering mentertawai dan mengataiku seenak jidat mereka?
Aku pikir Tuhan memberikanku hati yang lembut, sehingga tidak kuasa membalas gunjingan mereka. Tetapi sepertinya aku hanya 20% benar, karena hatiku masih sering menggerutu dibelakang mereka yang menggunjingku. Masih ada dendam di hatiku yang ku anggap lembut ini.
Dan, mulai sekarang aku ingin mengakhiri petualangan di zona nyaman ini. Aku rindu rumah. Rindu keluargaku, meskipun mereka tidak banyak membantu mengatasi masalahku, namun setidaknya mereka selalu ada merentangkan tangan untuk setiap saat memelukku.
Aku rindu ruanganku. Dimana hanya aku dan Tuhan yang tahu tentang berapa tetes air menetes dari mataku dan membanjiri wajahku. Siapa aku yang sebenarnya sudah terjawab. Bukan seorang pemimpi, namun hanya seorang perempuan lemah yang merindukan rumahnya.