MORLITAS YANG LEMBEK, PENDIDIKAN ?

Menurut Hurlock (1990), Moral adalah sopan santun, kebiasaan, adat istiadat dan aturan perilaku yang telah menjadi kebiasaan bagi anggota suatu budaya.

Moral merupakan produk dari budaya dan agama ? Setiap budaya atau agama memiliki standar moral yang bervariasi sesuai dengan sistem nilai yang berlaku dan telah terbangun lama.

Orang yang bermoral akan dianggap dimata manusia yang lain, begitupun sebaliknya jika tidak memiliki moral maka dianggap manusia yang tidak memiliki sifat positif atau disebut amoral. moral mengajarkan kita menjadi manusia yang bermoral atau bermanusiawi. Jadi, moral sangat terkait dengan tingkah laku manusia atau akhlak dalam bahasa agama, terbentuknya moral berdasarkan lingkungan dimana si masnusia ini bergaul atau sistem nilai budaya apa yang ia anut.

Tidak bisa kita pungkiri, pendidikan sangat berperan terbentuknya moral seseorang karena pendidikan adalah lngkungan kedua setelah lingkungan keluarga bagi anak menerima pembelajaran moral, anak akan meniru apa yang ia lihat dan dengar.

Dalam undang-undang no 30 tahun 2003 tentang pendidikan nasional yang dinyatakan dalam pasal 3 bahwa tujuan pendidikan nasional adalah menciptakan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang berakhlak mulia dan mempunyai moral yang tinggi. menurut emile durkheim sekolah mempunyai tugas mengenai perkembangan moral peserta didik.

Dewasa ini pendidikan moral seakan sudah dikesampaingkan dibandingkan dengan mata pelajaran lain seperti matematika, ips, ipa dan lainnya. seakan siswa dipaksakan untuk menguasai semua mata pelajaran itu dan mengejar nilai akademik dan mati-matian agar nilainya pada saat ujian membaik . sehingga budaya menyontek pun kian marak dilakukan siswa.

Begitu sadisnya lagi mata pelajaran yang seharunya membimbing siswa bermoral seakan itu cuma simbol agama dan bukan prioritas dalam dunia pendidikan. pendidikan agama yang diajarkan satu kali dalam seminggu, sehingga jangan heran banyak siswa yang tidak tahu mengaji. itu bisa dibuktikan.

Seharusnya pemerintah menyadari hal itu. tambah jam pelajaran agama supaya siswa lebih memahami cara mereka bersikap terhadap orang lain dan memilki moral agar tidak dikuasai oleh nafsu yang selalu menang sendiri dan memiliki ego yang tinggi.

Karena menurut penulis pendidikan agama merupakan jalan membawa siswa berkarakter dan bermoral, tanpa dampingan ilmu agama tentu saja hal yang tidak diingikan akan terjadi seperti tawuran dimana-dimana, pelecehan dan tindak kriminalitas lain.

*akan lanjut.?

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Samsul.’s story.