Opini: Kompleksnya Persoalan Pendidikan Negeri Ini.

wajah pendidikan indonesia

Pendidikan merupakan hal pertama dan sebuah proses penting dalam kehidupan manusia, dengan ini manusia diajarkan menjadi arif dan bijaksana.

Pendidikan harus menjadi patron dalam menaungi proses manusia menajdi manusia yang cerdas bukan membodohi, memang salah jika banyak orang pintar, tinggi pangkatnya dan tinggi kapasitas intelektuanya menjadi picik dalam perilakunya dan membodohi kaum tertindas.

Jika demikian, yang manakah dimaksud orang terdidik ? saya tidak mengerti yang disebut orang terdidik atau sebutan lainnya terpelajar, orang awam pasti bernggapan yang pintar atau terdidik pasti mereka yang duduk dibangku-bangku sekolah atau mengikuti perkuliahan, atau bisa jadi yang memilki gelar mentereng dibelakang namanya.

Pendidikan memang hal yang mahal bagi kaum yang tidak mampu, tidak mampu dalam artian secara ekonomi. Banyak anak bangsa yang cerdas baik perilakunya, taat agamnya dan akhirnya tidak mampu melanjutkan pendidikannya karena persoalan itu.

Salah satu teman yang saya kagumi waktu itu yang pintar disegalah mata pelajaran, meraih peringkat satu. Dan tiba saat kelulusan tidak dapat melajutkan pendidikanya, lagi-lagi persoalan tidak mampu.

Bukankah dalam UUD 45 termaktup mencerdaskan kehidupan bangsa ? dan saya rasa itu adalah tujuan utama bangsa ini, alokasi dana pendidikan 20% dari APBN cukup besar untuk mendanai persoalan pendidikan dinegeri ini, atau mungkin dana itu cuma dirasakan oleh kaum-kaum tertentu.

Persoalan pendidikan bukan hanya sampai pada mereka yang tidak mampu melajutkan pendidikannya. Persoalaan pendidikan dinegeri ini jika diibaratkan seperti burung yang terkurung dan tidak bisa keluar dari sangkarnya.

Atinya, persoalan ini bukan Cuma terpusat satu aspek saja, tapi segalah aspek sehingga pembenahannya harus secara komperehensif walaupun sebenarnya persoalan ini Cuma satu yaitu kualiatas pendidikan namun kualitas pendidikan didukung oleh system pendidikan, kualitas guru, kesejahteraan guru, fasilitas , relevansi pendidikan dengan kebutuhan, dan biaya pendidikan.

Ketika kita berbicara tentang kualitas pendidikan Indonesia tentu masih sangat jauh tertinggal jika dibandingkan dengan mutu pendidikan di luar negeri. salah satu negara berkembang dengan kualiatas pendidikan yang jauh lebih baik dari Indonesia adalah india dengan dibuktikan beberapa universitas ternama di india yang masuk 100 besar terbaik di dunia. Seharusnya negara kita berkaca pada perkembangan pendidikan yang terjadi di india.

Walaupun negeri kita masih jauh tertinggal dari segi pemerataan kualitas pendidikan, namun kita perlu memberikan apresiasi dan dukungan penuh, bukan menjadi penonton, setidaknya membantu pemerintah membenahi keterpurukan pendidikan yang terjadi.

Satu hal yang peling urgen dan tidak boleh dilupakan adalah pendidkan moral disekolah-sekolah atau di perguruan tinggi, seakan pendidkan moral sedikit terlupakan oleh para pendidik kita.

Sehingga tidak heran banyak terjadi tawuran antar pelajar, demo yang tidak menunjukkan sifat seorang akademisi, tindakan asusila dan pornograpi yang terjadi dikalanga remaja.

Ironis memang, pembelajarn moral atau saya menyebutnya pelajaran agama. seperti dikesampingkan dan menjadi Sesuatu yang tidak keren dikalangan para remaja. Nah, perlu inovasi pembelajaran yang mesti dilakukan oleh para guru untuk menarik minat dan menajdi pelajaran yang dissenangi.

Tentu, Permasalahan pendidikan tak akan ada habisnya jika dibicarakan, perbicangan meneganai persoalan ini tentu banyak terjadi diperkumpulan atau ditemapat ramai, auditorium kampus-kampus, dan di kafe-kafe.

Para pakar pendidikan pasti angkat bicara, dan kita tidak boleh ikut diam, mari kita sama-sama ikut serta dalam pembenahan pendidikan Indonesia, mengkritisi dan bertindak itu baru jiwa perubahan.

Warkop Arizona, 25 april 2016

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.