Jangan Heran Jika Pekerjaan PNS Masih Populer Dikalangan Orang Tua

source: http://tgl.rype.netdna-cdn.com/

“Kamu apa kabar? Kerjaan lancar, kan? Oh ya, ayah dengar PNS lagi buka lowongan loh”

Pernyataan di atas terdengar familiar? Atau kamu mendengarnya setiap hari? Mungkin itu lah pernyataan yang sengaja disisipkan “diam-diam” oleh orang tua, tanda mereka masih berharap kamu mau memilih karir sebagai pegawai negeri sipil.

source: http://www.generationy.ie/

Satu yang harus kamu sadari, kamu adalah generasi Y. Tahu apa yang menarik bagi generasi Y? Kamu hidup di zaman saat tawar-menawar harga ojek udah “basi” untuk dilakukan ketika ingin menggunakan jasa mereka, if you know what I mean. Generasi Y merupakan orang-orang yang masih sedikit malu untuk mengakui dirinya sebagai fanatik sosial media hanya untuk pengukuhan eksistensi diri, atau sharing, mencari humor, dan lainnya. Semua serba digital bagi generasi ini, bahkan dalam kesempatan berbisnis.

Dunia digital menawarkan kemudahan, kemudahan ini dilihat sebagai opportunity bagi para pengusaha-pengusaha muda untuk berbisnis. Contohnya saja toko online yang semakin menjamur, atau aplikasi-aplikasi baru yang muncul secara kompetitif menawarkan inovasi bagi penggunanya. Dengan begitu lapangan pekerjaan pun terbuka lebar dalam dunia digital, dan tebak siapa yang paling banyak melamar untuk lapangan pekerjaan jenis ini? Ya! Generasi Y, mostly orang yang berumur dibawah 30 tahun, dan sedikit berumur 30 tahun ke atas, karena memang mereka tumbuh di era digital.

Hal Ini lah Yang Susah Dipahami Oleh Generasi X

Apa pula itu generasi X? Ya generasi orang tua kita. Generasi X adalah orang-orang yang merasakan bagaimana susahnya berpindah sari satu toko ke toko lain hanya untuk mencari pakaian yang sesuai secara model dan harga.

Satu hal yang membuat generasi X lebih hebat dari generasi Y menurut pikiran saya. Mereka membuat karya ilmiah kuliah yang bersumber dari buku-buku di perpustakaan. There is no Google! Can you imagine if you were at that period? you will suffer than you are now, whatever your fuckin problem is. Membaca satu per satu buku, kemudian menuliskan ulang dilembar kertas karya ilmiah menggunakan mesin tik. You know what? There are no ‘copy paste’ rules too!

Orang tua kita tumbuh di zaman ketika kata-kata seperti “Insinyur ITB” atau “PNS” masih familiar di telinga mereka. Jenis pekerjaan ini adalah karir yang dianggap menjanjikan pada zaman itu, baik secara gaji, tunjangan, hingga pensiun masa tua. Ditambah lagi dengan populernya sinetron Si Doel Anak Sekolahan, membuat pekerjaan-pekerjaan dibidang industri mesin atau perminyakan juga meyakinkan untuk menjamin hidup secara finansial. Sinetron itu adalah cermin bagaimana generasi X di Indonesia memaknai pilihan karir yang sukses pada zamannya.

Belum lagi ada perbincangan dikalangan orang tua saat membahas karir anak masing-masing,

Ortu A : Si Beta apa kabar? Kerja dimana sekarang pak?

Ortu B : Oh si Beta baik ibu, anak saya itu sekarang kerja di BUM*, sebentar lagi mau diangkat menjadi PNS, alhamdulillah. Si Alfa kerja dimana bu?

Ortu A : Wah syukur deh. Si Alfa kerja di industri digital gitu pak, saya juga kurang paham pekerjaannya apa.

Ortu B : Maksudnya bu? Kerja di digital? Kerja apa ya itu?

Ortu A : Nah, itu dia pak, saya juga kurang paham. Saya maunya juga dia bekerja jadi PNS. Biar hidupnya lebih terjamin.

Percayalah, percakapan ini sering terjadi dikalangan orang tua. Berawal dari bertanya tentang kabar anak, lalu berujung pada kekhawatiran salah satu orang tua yang kurang mengerti tentang pekerjaan anaknya. Kemudian muncul keinginan agar anaknya juga mengikuti jejak karir anak lainnya sebagai PNS atau kerja di bidang perminyakan, dengan satu keyakinan, hidup lebih terjamin jika memilih karir tersebut.

Sebenarnya di era sekarang pun, PNS atau bekerja di industri mesin dan minyak masih menjadi pekerjaan yang menjanjikan. Hanya sekarang ada jenis pekerjaan lain yang juga menjanjikan secara gaji, tunjangan, atau pun pensiun masa tua. Pekerjaan apa itu? Pekerjaan milik generasi Y yang susah dipahami oleh generasi X, karena memang jenis pekerjaan ini berhubungan dengan teknologi dan dunia digital. Jauh dari apa yang dibayangkan oleh generasi X. Jadi pada titik ini, orang tua juga tidak salah sebab hal ini hanya beda pemahaman antar generasi. Seperti halnya gaya fashion, selera musik, gaya hidup, dan elemen-elemen lainnya. Asal saling menyesuaikan dengan penjelasan sederhana, orang tua akan paham dengan pilihan hidup kamu.

source: http://www.clotureclub.com/

Jadi sedetil apapun kamu menjelaskan tentang desain grafis, keyword Google, sosial media, digital channel, website, aplikasi, coding, dan hal lainnya, maka orang tua tetap akan susah memahaminya. Hal yang harus kamu lakukan adalah memakluminya saja. Cara paling mudah menjelaskan tentang valuable nya pekerjaan kamu adalah dengan mengatakan bahwa hidup kamu terjamin. Bilang jumlah gaji yang kamu terima berapa, tunjangan apa yang kamu dapat, serta jaminan masa tua. Dengan begitu, orang tua akan mengerti dan mulai bodo amat dengan penilaian antar orang tua tentang perbandingan karir anak masing-masing.

Jadi jangan heran jika kata-kata seperti pangkat ekselon II, kerja di Pertam***, kerja di Chevr**, kerja di BUM*, atau pun kerja di Astr* masih populer dikalangan orang tua.

Ada masa nanti ketika kita tidak mengerti apa yang dilakukan oleh generasi Z untuk mencari uang.