Menciptakan Dunia Sendiri

Ulfa Sumayya
Nov 6 · 3 min read

Terusik dengan beberapa postingan di media sosial bukan pertama kali aku rasakan. Postingan di media sosial selain membuatku termotivasi, terinspirasi, namun juga menyomot banyak waktu luangku untuk belajar dan melakukan hal-hal positif. Media sosial seringkali memberikan benak ini pertanyaan-pertanyaan baru, seperti, “apakah hidupku memang harus begini?”, “apa jalan yang kutempuh sudah benar?” tanpa sadar.

Media sosial juga lantas seperti meneriaku hal yang sama berulang kali, mengenai hidup yang penuh kompetensi. Membuatku bertanya-tanya, “apakah semua orang harus sudah punya pekerjaan di usia 20? Harus punya foto-foto aesthetic di beranda instagramnya? Harus sudah merasakan makanan dan minuman yang lagi fresh from the oven?” dan segala tetek bengek lainnya yang mondar mandir kita lihat di fitur instastory maupun postingan feed instagram.

Ya, kita semua tau jawabannya ‘enggak’. Tapi tiap ada postingan temen yang mulai ngantor, temen yang asik melancong dari satu negara ke negara lainnya, temen yang dapet penghargaan ini-itu, jadi kepengen padahal sebelumnya kita sama sekali ga ingin mencapai itu. Tapi teteeuuup aja seakan kesenengan itu ‘hanya’ didapat dari hal-hal indah yang direkam dan diposting di media sosial. Padahal, dipikir-pikir, ya kita ga ngedapetin itu semua ya bisa jadi juga memang karna kita ga pingin mencapai itu sama sekali, dan akhirnya ga usahain untuk sampe ke tahap itu, cuma ngiri bagian akhirnya untuk sekedar jadi ‘bahan’ yang bisa diupload ke media sosial.

Mencoba hidup di dunia orang lain, hanya menggali insecure dalam diri lebih dalam lagi, dan ujung-ujungnya hanya menyakiti diri sendiri, merasa seolah diri sendiri adalah orang yang paling tidak kompeten, dan orang lain punya banyak hal yang bisa dielukan. Menyedihkan sekali. Padahal apa yang tampak, kebahagian yang orang lain punya belum tentu sama dengan apa yang sebenarnya kita butuhkan. Karenanya, dalam hidup menurutku penting sekali memiliki prinsip serta tujuan hidup yang jelas dan sesuai dengan diri kita sendiri. Untuk bisa menemukan titik terang, satu-satu caranya ialah dengan, “Menjadi Diri Sendiri’.

Tidak semua manusia bisa menjadi diri sendiri, mungkin ini akibat dari penampakan sosial yang dianggap berlaku untuk semua orang. Walaupun jelas-jelas kenyataannya tidak begitu. Nah, untuk menjadi diri sendiri kita tentunya harus figure out diri sendiri. Tanya dan jawab tentang diri sendiri. Seseorang yang tegaskah? Lucukah? Dsb. Kemudian, ambil waktu untuk menggambarkan itu semua dalam tulisan. Kadang, kita sendiri ga kenal sama diri sendiri. Jadi, coba nulis. Seberapa kenal sama diri sendiri? Ga hanya mengenai sifat yang tampak, namun juga kepribadian, tingkah yang diambil saat melakukan/ merespon sesuatu, dsb, dan juga nilai-nilai hidup yang kita anut.

Kemudian, tulis keinginan dalam hidup, jabarkan semua harapan, tahapan serta kenyataan. Untuk ngelakuin ini semua, jangan mentok di masa lalu. Harus bisa liat kedepan, dan fokus sama diri sendiri bukan orang lain. Dan ini semua butuh waktu. Perjalanan menjadi diri sendiri memang ga gampang karna kita harus menerima penuh secara utuh terhadap segala kekurangan yang kita miliki, yang gambarannya tampak jelas saking jelasnya seringkali memburamkan kelebihan yang kita miliki.

Kalau berhasil menjadi diri sendiri, lantas menciptakan dunia sendiri bukan perkara susah. Menciptakan kebahagian diri sendiri. Kadang kita sudah merasa cukup dan bahagia namun media sosial seakan berujar, “you need more!”. Tapi, saat kita berhasil menciptakan dunia sendiri, tidak ada yang bisa menganggu.

Lagian, dalam nilai yang aku anut, dunia ini hanya sementara. Jadi saat hidup di dunia, dibanding membuang waktu untuk mengeluh, meratapi nasib, membandingkan takdir, lebih menyenangkan diisi dengan melakukan kegiatan-kegiatan positif, melakukan hal-hal yang menyenangkan, membahagiakan orang-orang tersayang, sambil menikmati segala tangis dan tawa.

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade