Memaknai Tanggung Jawab

Seringkali tanggung jawab dimaknai sebagai suatu hal yang selalu coba untuk dihindari oleh mereka yang tidak ingin keluar dari zona nyaman. Tanggung jawab adalah sebuah tembok yang enggan untuk di dobrak bagi mereka yang tidak mau bersusah payah untuk maju sekaligus antitesis bagi mereka yang menolak untuk mengembangkan kapasitas dirinya sebagai manusia yang utuh.

Di sisi lain, tanggung jawab merupakan manifestasi dari tindakan heroik yang perlu di apresiasi dan dihargai karena telah mengabaikan ketidakpedulian akan keadaan disekitarnya. Tanggung jawab juga merupakan salah satu indikator dalam menilai kemampuan serta kecakapan yang dapat membedakan satu individu dengan individu lainnya. Seseorang yang mampu memegang tanggung jawab lebih dapat dikatakan berada pada level yang berbeda dengan mereka yang tidak memiliki keberanian untuk mengambil kesempatan tersebut.

Bukan hal yang baru apabila “Tanggung Jawab” diinterpretasikan secara berbeda oleh berbagai tipe individu yang berbeda pula. Sebagian orang menganggapnya sebagai sebuah tekanan, sebagian lagi memandangnya sebagai sebuah kesempatan. Sebagian orang lebih memilih untuk menghidarinya sebisa mungkin, sebagian lagi merasa terhormat untuk boleh mengambilnya.

Tangggung jawab tidak dapat terlepas dari peran mimpi dalam membentuk cara pandang seseorang karena itulah yang membentuk individu menjadi seorang pemimpin.

Terlahir atau terbentuk

Apakah seseorang dilahirkan dengan tanggung jawab atau ia dibesarkan dengan tanggung jawab? Hal klasik yang seringklai dilontarkan. “Apakah seseorang pemimpin itu dilahirkan atau dibentuk?”

Tony Buzan, pembuat mind map, memberikan suatu contoh sederhana ketika menjelakan bahwa Wolfgang Amadeus Mozart tidak dilahirkan sebagai pemusik, melainkan dilahirkan kedalam dunia musik. Mozart dilahirkan dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga pemusik. Ia menerima nurture tentang musik di dunia musik, dimana ia berjumpa dengan hasratnya bermain musik. Hal tersebutlah yang membantu dia melambungkan namanya sebagai sosok legendaris pemusik andal.

Kisah tersebut menunjukan bahwa manusia membutuhkan nurture yang tepat untuk belajar bagaimana caranya bertanggung jawab. Tanggung jawab dihasilkan dalam kehidupan melalui serangkaian pilihan yang dibuat secara berkelanjutan. Setiap individu memiliki potensi untuk bertanggung jawab dan nurture memungkinkan potesi tersebut untuk muncul ke permukaan.

Jadikan setiap tanggung jawab yang diberikan kepada Anda sebagai sebuah milestone untuk meningkatkan kapasitas diri kita. Kebanyakan orang enggan untuk mengambil tanggung jawab yang ada karena termakan oleh paradigma serta opini yang terlontar dari lingkungan disekitarnya. “Jadi Ketua Pelaksana X itu mengekang hidup kamu loh! tiap hari ada aja permasalahannya, rapat terus, pulang larut malam. Terus gimana akademik kamu? Yakin ga bakal terbengkalai?”. Opini-opini tersebut lah yang telah membawa pikiran seseorang dalam memandang suatu tanggung jawab menjadi sebuah tekanan dan ancaman. Padahal, belum tentu opini yang beredar di lingkungan sekitar sesuai dengan apa yang sebenarnya terjadi dilapangan.

Proses pertumbuhan seorang pemimpin tidak terjadi dalam semalam, perlu banyak waktu dan latihan. Bill Gates founder sekaligus former CEO Microsoft menghabiskan 10.000 jam dalam hidupnya sebelum ia dikatakan sukses karena berhasil menciptakan Operating System yang saat ini kita kenal sebagai Windows. Seorang pelaut handal tidak dilahirkan pada ombak yang tenang. Proses untuk meraih kepemimpinan membutuhkan waktu, kegigihan, komitmen dan tanggung jawab.

Twist

Seringkali cara kita merespons dapat memengaruhi alur cerita dalam suatu peristiwa. Dalam kondisi yang menuntut adanya sebuah keputusan seorang pemimpin yang bertanggung jawab akan mempertimbangkan setiap opsi yang ada secara matang. Namun, seringkali yang terjadi adalah jawaban yang baik itu bukanah jawaban yang jujur. Sebaliknya, jawaban yang jujur biasanya muncul secara spontan, yakni hal pertama yang muncul dalam pikiran ketika Anda menghadai sesuatu. Jawaban yang jujur ini akan memberi tahu kepada dunia tentang siapa dan orang macam apakah Anda sesunggguhnya. Jawaban seperti itu akan datang ketika Anda menghadapi situasi sulit yang menuntut integritas Anda dalam mengambil tanggung jawab.

Sebagai seorang pemimpin yang berintegritas, tantangan terbesar dalam menentukan keputusan adalah bagaimana Anda dapat memberikan jawaban spontan namun tetap memiliki unsur kebenaran dan kebaikan didalamnya. Malcom Gladwell mengatakan bahwa kunci dalam pengambilan keputusan yang baik bukanlah pengetahuan, melainkan pengertian. Kombinasi antara pengetahuan dan pengertian seharusnya dapat menjadi kunci utama dalam pengambilan keputusan yang lebih baik.

Sedikitnya waktu untuk memilih respons yang benar ketika situasi sulit datang, memaksa Anda untuk melakukan analisis SWOT secara cepat dan efektif. Pada akhirnya keputusan yang ditujukan untuk kemaslahatan serta kebaikan banyak orang justru menunjukan tanggung jawab yang sebenarnya.

Lakukan yang tidak dilakukan

Alasan adalah cara klasik yang dilakukan seseorang untuk menghindari tanggung jawab. Seseorang akan mencari alasan apa pun untuk menghindari tanggung jawab dengan mengatakan bahwa hal itu tidak sejalan dengan prinsip hidupnya atau bukan urusannya. Mengapa banyak orang takut untuk bertanggung jawab? Seringkali jawabannya adalah mereka tidak berani menanggung resikonya. Mengapa banyak orang takut untuk menanggung resikonya? Karena dari setiap keputusan yang diambil, pastinya akan ada subjek yang dikecewakan. Berbagai kritikan baik yang membangun atau hanya sekedar menjatuhkan akan datang silih berganti. Sehingga untuk menghindari konsekuensi tersebut, biasanya banyak orang mencari-cari alasan untuk menyelamatkan dirinya.

Setiap kali Anda berpikir untuk memberikan alasan yang mengada-ada, ingatlah bahwa alasan-alasan yang Anda berikan membuat Anda tetap berada dalam posisi Anda sebelumnya, menutup kesempatan Anda untuk memperbaiki diri, serta memperkecil kesempatan Anda untuk meningkatkan kemampuan serta kecakapan diri.

Sebaliknya, dengan tidak mencari-cari alasan, Anda telah menunjukan bahwa Anda menghargai diri Anda sendiri yang telah berusaha semaksimal mungkin dan menolong diri Anda untuk terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.

Jadi, akankah Anda mengambil tanggung jawab?

Sumber: Soemawinata, Nenny. 2015. Fusion Leadership-Harmoni Dua Dunia. Jakarta. Kompas Gramedia.

Like what you read? Give Surya Dwi a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.