Keseimbangan dalam Hidup-Kesehatan

Hidup haruslah seimbang. Entah apapun pekerjaan atau kegiatan kita, tentunya kesehatan adalah salah satu faktor yang mendukung terhadap berjalanya kegiatan yang kita lakukan. Pernahkah kita berpikir kenapa banyak orang saat ini yang sering sakit-sakitan? Kalau kita tanya kepada mereka, mungkin mereka juga baru sadar setelah sakit itu terjadi, karena tidak semua penyakit menunjukkan “taringnya” diawal. Kesadaran untuk memeriksa kesehatan sedini mungkin saya rasa masih sangat kurang di Indonesia. Coba saja kita bertanya ke beberapa teman kita secara acak, misal: Kapan kamu terakhir ke dokter gigi?, jawabanya bisa sangat bervariasi. Katanya sih minimal 6 bulan sekali kita periksa ke dokter gigi untuk memeriksa kesehatan gigi kita. Saya yakin, masih ada diantara kita yang ke dokter gigi hanya pada saat “sakit” telah cukup mengganggu kita. Selain itu misalnya, dari dahulu mungkin kita telah diajari bahwa olahraga itu penting, namun apakah kita sudah olahraga secara rutin?? Silahkan jawab masing-masing.

Ada juga masalah lain seperti pola makan yang tidak seimbang, kurang tidur, dan yang lainya. Karena kadang kita berpikir, yang penting makan enak dan kenyang, padahal belum tentu baik untuk kesehatan. Dalam jangka pendek, gaya hidup tak sehat mungkin tidak akan terasa dampaknya, namun bagaimana dengan jangka panjang? Ya, lebih baik mencegah daripada mengobati, namun terkadang kita baru sadar setelah kita berobat.

Ilmu-ilmu semacam ini sepertinya memang tidak diajarkan di semua sekolah, namun ilmu-ilmu semacam ini tetap perlu kita pelajari. Yang lebih penting lagi, setelah kita tahu ilmunya, tentu perlu praktik nyata agar ilmu kita bermanfaat. Sebagai orang biasa (bukan ahli) seperti saya, sepertinya kita tidaklah perlu mengetahui semua hal di bidang kesehatan, cukuplah best practice-nya saja. Mari kita tingkatkan kesadaran diri dibidang kesehatan.

Sebagai tambahan berikut ini adalah link terkait pedoman gizi seimbang dari Kementerian Kesehatan RI.

Bagi teman-teman yang memiliki bacaan best practice lainnya atau tambahan pendapat, dimohon untuk berbagi via kolom komentar :D.

Semoga bermanfaat!

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.