aku sebagai cewek

Saya tumbuh sebagai cewek biasa. Melewati masa puberty seperti cewek normal lainnya. Saya juga pernah beberapa kali mengagumi lawan jenis saya. Bahkan saya pernah pacaran.

terus apa?

Pernah mendengar tentang perempuan yang hanya bisa menunggu?

Iya, sepertinya saya cewek sejati. Saya pernah menunggu. Sampai kapan? Kebetulan saya memaksa untuk berhenti sejak enam bulan lalu. Tepat di hari ulangtahun saya.

Mungkin menunggu hanya untuk dua orang yang sudah sepakat sebelumnya. Dengan perumpamaan si A mendatangi si B atau sebaliknya.

Saya pernah menunggu tapi tidak seperti definisi diatas. Tidak tahu siapa yang akan ‘mendatangi’ siapa. Bahkan dia mungkin tidak tahu kalau saya menunggunya. Tanpa kepastian. Saya tahu, saya bodoh. Terimakasih.

Jika diingat lagi, ini sepenuhnya salah saya. Terlalu fokus terhadap satu, sampai menghiraukan yang disekitar. Terlalu setia menunggu, tanpa peduli orang baru yang datang.

Lagian saya tidak bilang kalau saya menunggu. Hehe

Sampai akhirnya saya berhenti. Karena bosan. Saya pergi.

)
    Syara Khairunnisa H

    Written by

    Blessed, loved.

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade