Segenggam Sunyi


Menebar sunyi selalu kulakukan setiap kali aku kehabisan kenangan untuk kugengam setelah lelah berputar-putar di pikiran. Ada banyak sunyi yang bukan milikku, tapi dia bertumbuh di sekujur tubuhku dan kini menjalar ke dalam hati. Menafsirkan sunyi sama halnya menggiring diri pada lautan kenangan dan aku sama sekali tak dapat berenang setelah pernah sekali tenggelam dan kau menyelamatkanku.

Kini kesunyian selalu kuberikan pada langit yang mendamba pohon-pohon, pada langit yang bersetia pada biru dan pada langit yang menampung segala harap. Pada suatu hari aku akan melepaskan sesuatu yang lain selain sunyi ke pelukan langit, barangkali ia adalah doa yang memuat satu kata, namamu.

Ilustrasi : Andi Mey Kumalasari J.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Syahrani Said’s story.