Masing-masing …

kemarin tepatnya, hidup yang masih aku jalani begitu sesak dan terlalu sesak, sesak karna selalu dan masih saja penyebab utama nya kamu. Dan kemarin juga tepatnya aku benar-benar di hadapkan kenyataan yang membuat aku kali ini harus benar-benar sadar. HARUS BENAR-BENAR SADAR

Sadar akan kenyataan dan keadaan

ya …. benar-benar nyata ternyata, sekarang ini mengetahui kita yang sudah memulai untuk berada di jalur yang berbeda, di jalan yang harus dengan perjuangan tak sama dan sangat beda. Dengan kata lain, sendiri-sendiri.. aku hanya perlu meyakinkan diri dan menguatkan apa yang telah benar-benar kita lepas, karna sudah beberapa kali nyoba untuk sadar mungkin ini akhirnya. semua yang kita jalani kemarin mari anggap sebagai pemanis dan pahit nya hidup, pelajaran yang gak akan bisa di dapat darimanapun, sebagai perasaan yang hadir sesaat dan “mampir” yang menghanyutkan di setiap hari nya..

Sulit, sulit memang rasanya memisahkan perasaan hati yang sudah terlalu berbaur dengan segala yang ada pada diri. tidak bisa memfokuskan diri terhadap hal yang harus nya lebih penting untuk di fokuskan. Tapi ya begitulah masa nya. aku dan kamu punya rasa yang berbeda..

Bisa dibilang saat ini kamu sudah melalui hal terberat dalam hidup, sedang menikmati hari-hari yang tidak dipenuhi sesak tanpa ada aku. Saat ini, aku tetap ingat pada semua ucapan ku, tapi mulai hari ini juga aku mencoba untuk tidak terpuruk dengan kehilangan segala tentang kamu, Segala tentang aku yang juga hilang. Kenapa terlalu nyiksa? Seakan ini gak ada akhir , atau hanya aku yang terlalu menggebu selalu saja dengan rasa bersalah dan penyesalan yang gak bisa di lepas dan gak ada habis nya.

Tapi perlahan sendiri dan nyata nya kita memang sendiri-sendiri, tanpa tau satu sama lain apapun yang kita lakukan dan jalani. Tanpa benar-benar tau apa yang saat ini kita rasakan.

Semu, semua seperti angin lalu yang mampir sejenak. Seperti juga mimpi yang pada saat kau bangun terkadang kau lupa apa yang sedang kau mimpi kan namun kau tau apa didalam mimpi itu, dan terkadang juga seakan kau tak ingin cepat-cepat terbangun dari mimpi itu padahal kau tau itu hanya mimpi.

Tersadar, aku tak akan memaksakan apapun lagi. kali ini benar adanya aku tak akan memaksamu, akupun tak akan memaksa aku untuk bertahan dengan segala tanggung jawab itu. iyaa akan kubuang jauh-jauh karna begitu menyakitkan untuk tetap ku pertahankan. aku hanya perlu ingat segala ucapku yang tetap inginkan kamu sebagai tuju ku .. walau rasaku perasaan ini kadang memang tak adil. Aku hanya perlu melebihkan kerelaan ikhlas dan sabar .. biar waktu yang kita jalani ini menjadi pencatat apa yang kita jalani setiap waktu nya. bagaimana waktu dengan secara tidak di duga dan sangka mengatur segalanya dengan teramat mengejutkan…

Aku lebih harus melebihkan lagi kerelaan melepasmu dengan seseorang yang bukan aku, dengan seseorang yang selama ini telah menanti datang nya hari itu. Tanpa terbebani dengan masih dihantui seorang aku. Seseorang yang saat ini bahkan dari dulu sangat-sangat juga menginginkan mu dan kau pun ingini. Dan seseorang itu kusebut “pencuri terselubung” Selamat atas keberhasilan nya “menunggu”.

Biarlah pedih karna melihat seorang kamu sudah berada di sisi yang bukan aku, melanjutkan hubungan yang kemarin sempat terhambat karna aku masih saja tak bisa lepaskan mu .. Kadang ada yang bilang, tak perlu terluka atas kepergian mu, tapi nyata nya aku sangat-sangat terluka tanpa kamu tau yang sebenar-benar nya…

Dan saat ini, aku harus menguatkan diri sendiri, mendukung diri sendiri, walaupun aku sangat-sangat butuh penguat selain dari “perempuan-perempuan surgaku”. Kadang kalau sudah terlontar kata “ada apa nak ? Berbagi lah sini, kenapa ? Baik-baik aja kan ?’’ sulit untuk kututupi semua raut itu. Namun tetap ucapku selalu Aku baik baik saja hanya sedikit lelah.

Padahal aku ingin sekali memeluk nya, dan menceritakan semua yang aku rasa berat dan kenapa jadi se berat ini. Kenapa harus ada rasa seperti ini, kenapa harus kehidupan seperti ini yang kita jalani, kenapa kita berada di kehidupan yang selalu berat dijalani. Namun akupun tau betapa rapuh dunia nya yang terkadang akupun tak tau dan pahami.

Dan saat itu aku memang harus sadar, walaupun sakit merelakan dan mengikhlaskan. Itu harus ! Dan harus! Nyata nya aku ini apa ? Aku siapa ? Yang harus memaksa untuk terus bisa sama-sama. Aku masih sangat-sangat tidak layak untuk itu..

Selamat berjuang pria ku .. saat ini dimanapun kamu, apapun yang kamu kerjakan selamat berjuang dijalan mu semoga nanti kita bisa sama-sama jatuh hati dengan selayak -layak nya diri ❤

Aku mencintaimu … Sungguh


11April17/ diantara diam itu …

Show your support

Clapping shows how much you appreciated syrdinan’s story.