Secepat ini tak akan ada lagi

Mungkin sekarang ini sudah tidak lagi, tidak ada lagi, tak akan lagi, kita yang dulu akankah bisa terulang kembali, tidak tidak, andai kuminta kembali tentu semua tidak sama lagi.

Saat ini kau ada pada masa, masa yang di sugukan padamu saat ini adalah masa kau harus melawan. Melawan semua yang kemarin kau ingin kan kini sudah tidak akan pernah terdatangkan lagi.

Peluk yang tadi nya hadir dalam setiap peluh dan kasih, kini tak akan ada lagi. Cukup untuk menjadi ingin dalam bisikmu yang tak bisa kau utarakan kepada sesiapa. Bersabarlah, walau kau ingin ingin sangat kembali, saat ini masa itu tak bisa kau lawan dengan mudah nya. Dia sangat kuat, menyakitimu dengan begitu hebat.

Masa ini, kau akan tahu hebat nya menahan rindu, menahan sesak nya ingatmu akan semua sosok yang kau rindu, membiarkan air mata yang jatuh tanpa sesiapun tahu untuk sosok nya itu. Membiarkan sakit nya semua pikirmu yang telah tau dia bahagiamu namun kau bukan sebaliknya. Membiarkan dan coba merelakan bahwa kau sudah kehilangan semua yang ada padamu.

Saat ini, sendiri dengan segala rapuh yang kau tampung sendiri, tanpa sesiapun tahu kau begitu rapuh tanpa sosok itu.

Tuhanku, aku punya tuhan yang tau akan aku, tau akan diri nya. Tuhanku tau aku yang sungguh sangat rapuh, pilu dan tak inginkan apapun lagi.

Sungguh, dengan seluruh sedu sedan ku aku ingin sekali berlabuh. Berlabuh di dada nya yang selalu menjadi tempat ternyamanku, lalu menghapus air mata yang jatuh kadang tak sesuai inginku, air mata yang jatuh tanpa permisi selalu saja tiba-tiba hadir membasahi raut yang tak sanggup selalu kututupi.

Kamu, memang bukan hanya kamu yang saat ini menjadi rapuhku. Namun bisa kah kamu, menjadi sedikitnya penahan yang menguatkan aku.

Kamu, kamu yang sudah menjadi terlalu jauh yang mungkin tak akan bisa aku gapai lagi, lalu pada masa ini aku disakiti dengan harus membiarkan itu. Membiarkan semua tentangmu yang masih sangat menyiksaaaaa dan terlaluuu menyiksaaaaa.

Aku hanya ingin kita jujur, bila memang tak akan bisa menjadi kita, tolong bantu aku untuk tidak serapuh ini, bantu aku untuk tidak menangisi apa yang bukan lagi untuk ku dan kenyataan tak akan ada lagi waktu seperti yang kita jalani kemarin. Aku ,aku sungguh-sungguh sangat menginginkanmu. Karna sudah terlalu tertanam sejak saat itu bahwa aku
“aku milikmu”

Namun apa, aku yang terbuang akibat semua cerobohku yang sungguh tak memahami mu dengan semua sikapmu. Tolong, tolong aku. Akuuu terlalu hancur dan sudah sangat hancur tanpa kau tau, dan sesiapun tau bagaimaana aku sesungguhnya tanpamu.


Sedu sedan ku yang tak sesiapun tau, 27/3/17, 11.20 AM.

Like what you read? Give syrdinan a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.