Hantu

Terlihat ia sesungguhnya
Dalam gulita yang ia cipta
Di antara naungan cahaya
Karena anomali adalah dirinya

Hancur ia merasa
Walau tak sanggup ia berkata
Karena tidak yakin ia
Bahwa kata lah jawabnya

Berakhir jadi bayang semu
Ia pun tak mampu
Tidak lain cuma berpangku
Di atas manis dan pahit masa lalu

Bertanya pada langit, tanah, dan kerasnya angin yang berderu
Siapa dirinya kalau bukan sesosok hantu
Apa guna dirinya selain hanya meraung dan berseru
Tanpa didengar karena kedapnya suara dalam gulita, “Siapa Aku?”

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.