Pendengar Setia

*Nda*

Ada hal yang hebatnya masih bisa aku jaga dengan cukup baik hingga saat ini, yaitu No. No adalah seseorang yang entah bagaimana masih bisa aku jaga tetap dalam lingkaran kehidupan terdekatku hingga saat ini. Dia adalah tempat berlari ketika dunia terasa terlalu menjenuhkan. Dia adalah teman out of the box yang mungkin tidak ada gantinya. Dia rela mendengarkan ceritaku berjam-jam yang sebenarnya hanya itu itu lagi.

Tapi satu yang membuat sedih, karena aku tidak pernah bertemu lagi dengannya dalam lebih dari 2,5 tahun ini. Luar biasanya, dia bisa selalu menciptakan kesan bahwa dia sangat dekat, walau sebenarnya jauh.

Mungkin aku juga cukup bodoh, tetap mengiriminya chat walau dia sering sekali mengabaikan chat dariku. Entah dibalas beberapa hari kemudian, atau bahkan lupa membalasnya. Tapi, hanya dia yang rela mendengar tanpa pernah mengeluh. Dia yang mendengar, dan entah mengapa tidak pernah membuatku merasa bahwa aku membebaninya.

Terima kasih, No, karena selalu jadi pendengar setiaku.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.