Bawaslu Pemalas dan Nggak Serius

Jakarta, (Tagar 4/9/2018) — Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief mengatakan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) pemalas dan tidak serius mengusut dugaan mahar Rp 1 triliun oleh Sandiaga Uno pada PKS dan PAN untuk membeli tiket cawapres Prabowo.
“Pagi ini saya sampai di Jakarta. Komentar saya: Bawaslu pemalas dan nggak serius,” tulis Andi Arief dalam unggahan di Twitter-nya, Jumat (31/8).
Andi Arief orang pertama yang menyatakan di depan publik (melalui Twitter), mengenai mahar politik Sandiaga Uno tersebut.
Berbekal pernyataan Andi Arief itu, Federasi Indonesia Bersatu (FIB) melaporkan dugaan mahar Sandiaga Uno itu kepada Bawaslu.
Bawaslu melayangkan surat panggilan pada Andi Arief untuk membuat berita acara pemeriksaan, surat panggilan dibuat sampai empat kali, tak sekalipun Andi Arief muncul di Bawaslu.
Andi Arief berasalan tak bisa datang ke Bawaslu karena sedang menemani ayahnya yang sakit di Lampung. Ia menawarkan tiga opsi pada Bawaslu, memberikan keterangan melalui video call, memberikan keterangan tertulis bertanda tangan dirinya, atau memberikan keterangan di kantor Bawaslu Lampung.
Bawaslu mengatakan Andi Arief harus hadir secara fisik di kantor Bawaslu Jakarta, karena peristiwanya terjadi di Jakarta. Berdalih berbenturan masalah administratif ini, Bawaslu mengambil keputusan untuk menghentikan kasus dugaan mahar Sandiaga Uno, karena menilai tak cukup bukti.
Karena itulah Andi Arief menyebut Bawaslu pemalas dan tidak serius menuntaskan dugaan mahar politik Sandiaga Uno.
“Kalau Bawaslu serius dan nggak pemalas, harusnya utus saja komisionernya dua atau tiga orang ke Lampung,” kata Andi Arief masih dalam unggahan Twitter.
“Kalau jadi komisioner cuma duduk di belakang meja itu sih bukan pengawas namanya, tapi mirip mandor zaman Belanda. Untuk apa Bawaslu dibiayai mahal oleh negara kalau soal jarak saja nggak bisa mereka pecahkan. Jakarta Lamongan kan hanya urusan 1 jam via pesawat,” lanjut Andi Arief.
Sebelumnya pada Sabtu (11/8), Andi Arief berkata dengan lantang dan benderang di akun Twitter-nya, “Soal mahar (Sandiaga Uno) ke PKS dan PAN masing-masing 500 miliar, ini penjelasan saya: Sekjen Hinca, Waketum Syarief Hasan, dan Sekretaris Majelis Tinggi Partai Amir Syamsuddin mendapat penjelasan itu langsung dari tim kecil Gerindra Fadli Zon, Dasco, Prasetyo, dan Fuad Bawazier 8 Agustus 2018 pukul 16.00.” (AF)
