Misteri Gunung Salak.

Sampurasun.. mugia rahayu sagung dumadi.
Gunung Salak (dahulu disebut Gunung Sapto Argo) (Aksara Sunda Baku: ᮌᮥᮔᮥᮀ ᮞᮜᮊ᮪) mempunyai ketinggian 2.211mdpl. Sering nya kejadian pesawat terjatuh saat melintasi kawasan Gunung Salak membuat Gunung ini banyak di balut oleh misteri-misteri yang hingga saat ini belum terpecah kan.
Pada masa kerajaan Pajajaran,kawasan Gunung Salak termasuk daerah Kabuyutan:tempat suci yang hanya boleh di injaki oleh para Raja serta Resi dan tempat ini sering dijadikan tempat untuk ber Semba-Hyang,merenung(meditasi) dll.
Apakah benar Kejadian yang sering terjadi di Gunung Salak ada kaitan nya dengan hal yang tidak kasat mata?,jawaban nya tidak! Di bawah timbunan tanah Gunung Salak terdapat sebuat batu besar berbentuk bulat sempurna yang di mamakan Dhorpal dan menurut cerita tutur tinular,batu tersebut merupakan warisan dari nene moyang Bangsa Lemuria.
Apa itu batu dhorpal dan mengapa bisa menarik pesawat sehingga bisa menyebabkan pesawat jatuh?

DORPHAL (baca : dorfal) adalah sebuah relay ancient technology buatan Bangsa LEMURIA 40% yang dapat memancarkan gelombang yang dinamakan ERSELNA yang berfungsi untuk memadatkan atau merapatkan molekular tanah. DORPHAL berisi nanotechnology dan rata-rata berbentuk bulat sempurna supaya bisa memancarkan gelombang ERSELNA ke segala arah dan mampu mendeteksi apapun yang terjadi di permukaan Planet dan membuat antisipasi yang dibutuhkan oleh Planet tersebut.
Prinsip kerja DORPHAL adalah dengan cara melawan gelombang dengan gelombang. Contohnya jika terjadi gempa bumi maka gelombang ERSELNA pada DORPHAL akan memberikan reaksi secara otomatis untuk melawan gelombang gempa tersebut dengan cara memadatkan molekular tanah sehingga radius yang melewati gelombang ERSELNA tersebut menjadi mental kembali.
Molekular DORPHAL dibuat satu baris dan searah sehingga bisa menimbulkan gelombang magnetik sangat tinggi apabila terkena stimulus dari gelombang lain. Contohnya Radar, yang mengeluarkan atau menembakkan semacam gelombang dan akan direspon oleh DORPHAL, sebagai serangan maka akan terjadi counter attack yang menyebabkan semua mekanisme pesawat jadi mati kecuali pesawat tanpa Radar. Untuk pesawat yang memakai radar, diatas 8000 kaki masih tetap aman, tetapi disekitar 6000 kaki dan jika terperangkap jalur DORPHAL, maka akan terjadi serangan. Dibawah jalur itu juga aman .Inilah yang terjadi terhadap beberapa kasus kecelakaan pesawat yang terjadi di Gunung Salak (contohnya). Kejadian jatuhnya pesawat terbang yang sering terjadi di Gunung Salak dikarenakan adanya anomali magnetik. Hal itu bisa terjadi apabila jarak & ketinggian pesawat berada dalam radius pengaruh dari Anomali Magnetik tersebut. Para pakar tidak pernah tertarik menyelidiki jatuhnya pesawat terbang di wilayah tersebut dari tahun ke tahun, & menganggap hal itu adalah mistis.
Anomali Magnetik tersebut mempengaruhi sistem pelontar radar sehingga menjadi distorsi bahkan kadang menjadi mati. Bahkan tidak menutup kemungkinan pesawat yang masuk dalam radius anomali tersebut kesulitan keluar yang akhirnya menabrak tebing. Korbannya sudah banyak, tapi tidak pernah diselidiki.
DORPHAL dibuat melalui sebuah teknologi bernama teknologi ELLEMANPHATERA yaitu sebuah teknologi untuk mencampurkan unsur logam KRAIMAN dengan unsur batuan agar tidak menjadi karat dan rusak oleh korosi. Casing DORPHAL tersebut diproduksi di daerah Costa Rica oleh Bangsa INCA pada waktu itu. Sedangkan mesin nanotechnology-nya di-implan-kan di NUSANTARA dan hasilnya dipasang diseluruh dunia disetiap gunung-gunung yang besar sebagai relay dan pasak atau penyeimbang ARDH GRUMMA (Planet Bumi) yang sebetulnya sangat mudah sakit-sakitan.
DORPHAL rata-rata terdapat di gunung yang besar dan tidak hanya terdapat di gunung yang aktif dan tidak aktif, namun efek DORPHAL juga ada di laut, bahkan Dhorphal Segitiga Bermuda sangat kuat karena mampu membentuk wormhole.
Letusan gunung pada masa sekarang tidak seperti letusan Guntung Tambora atau gunung-gunung yang letusannya besar karena ada DORPHAL. Gunung yang letusannya sangat dahsyat dikarenakan Bangsa LEMURIA memang saat itu belum memasang DORPHAL, contohnya letusan Gunung ZHUNNDA.
Gunung yang memiliki DORPHAL diantaranya Gunung Gede, Gunung Ciremai, Gunung Merapi, Gunung Salak,Gunung Padang. Di empat piramida bawah laut juga terdapat DORPHAL, yaitu di piramida tempat ARKHYTIREMA, GLABHINNARA, GHRIBADAR, RHINGGAMANA.
Cag,Rampés
Sumber:segala makhluk.
