
Dua Poin
Barusan saya selesai bercakap dengannya tentang dua poin dalam daftar ‘Hal-hal yang akan saya lakukan sebelum usia 22' yang saya miliki. Dua poin yang berbahaya, namun akhirnya tetap terselesaikan.
Tentu saja saya tidak melakukannya. Saya tahu benar dua poin itu beresiko tinggi untuk saya. Lalu bagaimana bisa dua poin tersebut terselesaikan?
Saya selalu kagum pada cara Tuhan meminta saya mensyukuri keberadaan sepasang lengan kokoh yang menemani dan membantu saya melewati satu demi satu lembah dan puncak kehidupan. Sepasang lengan yang semoga berjodoh dengan tubuh saya. Sepasang lengan yang selalu bisa diandalkan.
Sepasang lengan yang telah melewati dua poin yang saya tidak dapat melewatinya.
Saya pikir, begitulah cara kerja partner hidup. Ketika kita memiliki sederet misi, terkadang beberapa tidak sanggup kita selesaikan sendiri. Namun pada akhirnya, segala kurang tersebut dapat dilengkapi dengan hadirnya manusia lain disisi.