Fenomena Jastip di Indonesia

Tangguh Adiwiguno
Nov 5 · 3 min read
Ilustrasi Jastip (sumber: wartaekonomi.co.id)

“Dagangnya sih gapapa, cuman memanfaatkan modus dengan seakan-akan dia itu barang penumpang maka itulah yang kita tertibkan” ujar Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi, saat diwawancarai oleh CNBC Indonesia.

Jasa Titip atau yang kita kenal dengan singkatan Jastip merupakan aktivitas membeli barang-barang oleh orang yang tengah bepergian ke luar negeri melalui pemesanan dari beberapa orang untuk kemudian dijual kepada orang yang memesan. Jastip memang tengah menjadi incaran bagi sebagian orang Indonesia untuk menjadi alternative dalam memperoleh barang-barang tertentu yang tidak/belum diproduksi di Indonesia. Barangnya pun relatif bervariasi, dimulai dari bermerk macam Hermes, Louis Vuitton, dan Victoria Secrets hingga barang-barang kecil yang sulit untuk dinilai harganya. Sayangnya keberadaan Jastip tengah menimbulkan polemik akibat keberadaanya yang dinilai sebagai kegiatan menghindari kewajiban membayar pajak.

1. Mudahnya Jastip

Jastip sebagai media berbelanja memang terhitung cukup populer di Indonesia. Ada beberapa keunggulan yang membuat jastip menjadi trend. Salah satu alasannya ialah jastip memudahkan bagi orang untuk tidak harus bepergian ke luar negeri dalam mendapatkan sesuatu (barang). Sebagai contoh adalah ketika kita ingin membeli iphone 11 pro max yang sejauh ini penjualannya di Indonesia belum dilakukan. Melalui jastip kita dapat memperoleh iphone 11 pro max tanpa perlu jauh-jauh bepergian ke luar negeri, cukup dengan melakukan pemesanan via contact yang disediakan oleh para pengusaha jastip lalu mengirimkan foto contoh barang dan menyepakati total harga yang sudah include dengan biaya pengiriman kemudian kita transfer, kita sudah bisa mendapatkan iphone 11 pro max.

Biasanya para pengusaha jastip menggunakan media sosial sebagai etalase dalam menjajakan jasanya. Mereka akan update lokasi negara yang akan dikunjungi lalu membuka pre-order untuk jastip dan orderan pun akan deras mengalir melalui akun media sosial mereka atau via contact yang telah dipublikasikan. Jastip biasanya dilakukan oleh para pesohor media sosial, seperti para selebgram maupun selebtwit sering menggunakan jastip sebagai “bisnis” sampingan mereka.

2. Potret Barang Impor masih Primadona

Dengan semakin maraknya jastip, hal ini juga bisa menjadi kemungkinan bahwa barang impor masih lebih dominan disukai dibanding barang lokal. Entah dengan alasan bahwa kualitas barang impor masih lebih bagus dibanding lokal atau karena dengan memiliki barang impor secara tidak langsung turut menaikkan derajat sosial, nyatanya barang impor masih lebih disukai oleh banyak kalangan.

3. Rentan Menghindari Pajak

Meski jastip digemari oleh sebagian masyarakat, jastip juga menyimpan sejumlah polemik seperti yang sudah disampaikan di awal, yakni menghindari kewajiban pajak. Seperti yang sudah diketahui bahwa berbelanja dari luar negeri dengan jumlah tertentu akan dikenakan pajak sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Hal ini bertujuan untuk melindungi barang-barang dalam negeri agar harganya tetap kompetitif, sebagai penerimaan negara, dan sebagai penertiban dari praktik-praktik illegal penyelundupan barang tanpa pengenaan pajak.

Secara umum jastip memang tergolong masih baru di Indonesia dan seiring dengan semakin kosmopolitannya masyarakat saat ini, jastip perlahan akan menemukan tempatnya sendiri sebagai penggerak ekonomi. Oleh karena itu alangkah baiknya jika di tengah maraknya jastip berikut dengan polemik penghindaran pajak, sudah semestinya kita terus mendukung model bisnis tersebut. Kedepan secara perlahan, jastip akan menemukan tempatnya sendiri di masyarakat. Keberadaan jastip harus tetap ada tanpa harus mematikan industri lokal dalam negeri maupun mengurangi potensi kerugian negara dalam menghindari pajak. Jastip tetap harus didukung sebagai salah satu disrupsi ekonomi.

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade