
Terkadang, otak kita bisa benar-benar sibuk memproduksi banyak ide. Seperti setiap hari, kamu bisa menemukan paling tidak 1 hal yang ingin kamu coba lakukan. Dan kita ingin mencoba melakukan hal-hal baru tersebut di hidup kita. Dan semakin dipikirkan, semakin banyak ide-ide muncul.
Tapi kita adalah manusia. Yang memiliki banyak keterbatasan. Khususnya waktu. Kamu, aku, bahkan 7 miliar penduduk bumi ini, sama- sama hanya punya waktu 24 jam. Dan kita tahu bahwa kita tidak bisa melakukan semuanya dalam satu waktu.
Tapi kita coba hiraukan itu. Kita coba untuk mengeksekusi ide kita. Dan itu sangat menyenangkan. Pada awalnya. Tapi beberapa bulan kemudian, itu tidak semenarik yang dibayangkan.
Kemudian otak kita memproduksi ide baru lagi yang lebih brillian. Kita berkata pada diri kita sendiri bahwa kali ini kamu akan menyelesaikan ide ini.
Dan kamu meninggalkan ide lamamu dan memulai mengeksekusi ide barumu. Dan itu sangat menyenangkan. Pada awalnya. Tapi beberapa bulan kemudian, itu tidak semenarik yang dibayangkan.
Dan akhirnya kamu tidak pernah menyelesaikan apapun.
Ketika otak memproduksi banyak ide, apa yang bisa kita lakukan?
Jangan terburu-buru eksekusi.
Tapi tuliskan itu.
Entah di buku catatanmu. Atau note di handphonemu.
Tulis apapun yang ada dipikiranmu. Sekalipun itu adalah ide yang gila. Atau ide yang konyol.
Hanya tuliskan itu. Tapi jangan buru-buru mulai.
Aku tahu bahwa itu tidak membuat progress apapun. Bahwa itu mungkin terdengar seperti wacana. Atau kamu seperti sedang menundanya.
Tapi sebenarnya, itu menyelematkan ide itu sendiri.
Suatu saat ketika ide pertamamu telah usai, kamu bisa buka kembali ide yang kamu tulis itu.
Bagaimana perasaanmu ketika membaca ide berikutnya?
Apakah kamu masih menginginkannya? Atau kamu menyadari bahwa kamu tidak serius ketika menginginkan itu?
Jika kamu masih menginginkannya, mulailah itu.
Karena ketika kamu berhasil menyelesaikan yang pertama, kamu akan yakin bahwa kamu juga bisa menyelesaikan yang kedua.
Tapi jika kamu tidak menyelesaikan yang pertama, kamu akan memulai yang kedua dengan penuh keraguan apakah kamu bisa menyelesaikannya.
Jangan mengabaikan yang pertama hanya karena ada yang kedua.
Jangan mengabaikan yang kedua hanya karena ada yang ketiga.
Jangan lari dari tanggung jawab dengan bersembunyi dibalik ide.
Tidak ada yang salah dengan punya banyak ide. Atau mencoba melakukan banyak hal. Tapi masalah akan datang ketika kamu mencoba melakukan banyak hal dalam satu waktu.
