tipe-tipe mahasiswa yang bikin saya jengkel

cuap-cuap habib tentang perkuliahan : edisi mahasiswa yang bikin keki setengah mati

Mari kita awali dengan sebuah fakta dan pengakuan bahwa kita semua pasti punya beberapa rekan sesama mahasiswa yang bikin jengkel nan kesal bikin emosi jiwa. Saya tahu saya pun pasti termasuk dalam kategori mahasiswa tersebut di pandangan rekan saya yang lain. Seperti yang saya bilang kemarin, ini bukan kebencian belaka, ini ya cuma sekadar ketidakcocokan saja dan nggak perlu dipaksakan buat cocok juga. Tapi hari ini saya pengen ngomel-ngomel aja, kak. Hehe…

Sumber: memegenerator.net

Nah, ini dia tipe-tipe rekan mahasiswa yang nggak cocok dengan saya dan kerap bikin saya jengkel di perkuliahan.

Yang aktif ngomong di kelas (tapi bikin bingung yang lain)

Lumrahnya, ada deh sekitar satu atau dua orang di tiap kelas yang sering banget speak up alias berpendapat tentang materi kuliah yang lagi disampaikan sama dosen di kelas. Satu sisi saya lumayan lega, sih. Saya orangnya nggak tahan kalau dosen bertanya dan nggak ada mahasiswa yang jawab satupun (dan saya malu buat ngomong juga wkwk). Mahasiswa tipe begini deh yang sering jadi penyelamat kelas dari tatapan dan nada sinis dari dosen.

Tapi di sisi lain, saya sering dibikin jengkel juga sama mahasiswa yang aktif bicara begini, apalagi kalau dari mereka udah bilang

Saya izin bertanya dan berpendapat, tapi ini tidak berhubungan dengan materi yang tadi.

ASTAGAAAAAA!!!! Buat dosen mungkin senang ya ada yang aktif dan kritis kayak begini. Buat saya sendiri, pertanyaan di luar materi yang habis dibahas di kelas ya ada baiknya ditanya dan didiskusikan di luar kelas juga, toh. Apalagi kalau konteks dari pertanyaan dan pendapatnya itu, cuma si penanya dan dosen doang yang paham. Saya dan rekan yang lain cuma bisa planga-plongo aja dengerin mereka ngobrol dan nggak paham sama apa yang mereka obrolin. Ngg….

Sumber: memegenerator.es

Kakak tingkat yang demen ngerecokin adik tingkatnya

Tahun pertama perkuliahan kerap kali jadi waktu yang lumayan nguras energi mahasiswa. Selain harus adaptasi dengan sistem perkuliahan yang baru (atau mungkin lingkungan yang baru juga untuk yang rantau), mahasiswa tingkat pertama juga sering dibikin sibuk sama kakak tingkatnya. Betul apa betul?

Mulai dari acara sejuta umat kayak orientasi sampai acara-acara yang lain dan dengan embel-embel ancaman:

Ini wajib kamu ikuti, dek! Kalau kamu nggak ikut, nanti semester depan kamu harus kontrak 50 SKS dan bikin skripsinya dobel kalau mau lulus! Kita udah capek loh bikin acara ini buat kalian!!!!

Padahal yang wajib itu kan menjadi manusia yang baik dan bermanfaat pada diri sendiri dan orang sekitar, ya… 😄

Opini saya pribadi, saya nggak masalah kok ikutan acara yang dibuat kating gitu. Yang selalu bikin saya jengkel sebenarnya adalah sering banget adanya miskomunikasi. Mulai dari syarat dan ketentuan yang harus diikuti adik tingkat itu sering ambigu dan bikin bingung sampai ke argumen ya bisa nggak bisa, pokoknya harus bisa! Yeuuuu, maksa banget! Kita aja nggak minta dibikinin acara beginian 😐

KITA KAGAK MINTA ACARA BEGINIANNNNNN! Sumber: memegenerator.net

Selain dari itu, acara yang ada pun sering diinfokan mendadak dan sering juga diadakan di waktu-waktu yang harusnya jadi waktu istirahat, kayak digelar pas akhir pekan atau kadang baru dimulai sore hari dan baru beres sampai malam. Satu lagi, kadang pas acara pun banyak kekeliruan yang sering ketahuan sama adik tingkatnya.

Ada baiknya kalau memang mau menggelar acara buat adik tingkatnya, tolong dipersiapkan dengan lebih baik. Buatlah waktu yang kalian ambil dari mereka itu berharga. Nggak jarang kalau acaranya udah beres, adik tingkatnya malah jadi bad mood dan ngomel dalam hati ke katingnya kalau merasa waktu yang mereka ambil itu sia-sia k̶a̶y̶a̶k̶ ̶s̶a̶y̶a̶ ̶d̶u̶l̶u̶.̶

Yang datang kalau ada butuhnya doang

Aduh, beneran deh, ini lebih ke pengalaman dan sentimen pribadi saya, sih. Jadi, waktu pekan UAS kemarin ada satu orang rekan saya yang tiba-tiba ngechat saya, kurang lebih kayak gini

Kamu udah ngerjain UAS matkul X belum?

Ini pertanyaan saya akui memang harmless alias ya memang pertanyaan biasa aja. Tapi yang bikin saya bingung itu begini, kisanak.
Pertama, dia chat saya lewat WhatsApp kantor saya. Kedua, saya nggak save nomornya di kontak saya, yang mana artinya saya nggak dekat dan akrab sama yang bersangkutan (FYI, saya memang cuma save nomor WhatsApp orang-orang yang akrab aja dan itu pun di WhatsApp pribadi, bukan di WhatsApp kantor).
Jadi, bisa saya simpulkan kalau yang nanya ini adalah orang yang nggak pernah ngobrol sama saya sekalipun sebelumnya. Dan yang bersangkutan pun ngechat saya beneran pas mepet deadline banget. Saya jadi su’udzon dong ya, ini orang yang nggak saya kenal banget kok tiba-tiba banget ngechat dan langsung gitu banget ya pertanyaannya? Apa maksudnya gitu ya… Jadi meninggalkan first impression yang kurang baik juga ke saya.

Kenal juga nggak???? Sumber: me.me credit on watermark

Kalau boleh jujur, saya itu kurang suka kalau ditanya modelan begitu. Kalau memang ada yang bingung dan mau tanya ke saya perihal tugas, silakan aja, jangan sungkan dan bakal saya jawab sepahamnya asalkan tanya jauh-jauh hari dari deadline, jangan tanya progres saya udah sampai mana, dan yang paling penting itu jangan tanya di awal-awal dan ujung-ujungnya minta saya kirim soft file secara utuh ke kalian. Saya lebih senang kalau kita saling diskusi dengan jawaban masing-masing dan cari titik tengahnya barengan dibandingkan sama yang minta file blak-blakan.

Yang paling sibuk sedunia

Di hari selasa yang indah, sang dosen pun membagi mahasiswa menjadi beberapa kelompok dan memberikan mereka tugas kelompok. Ketika sudah mendekati deadline, semua anggota kelabakan buat beresin tugasnya, lalu munculah satu orang di group chat dan berkata

Maaf, ya. Aku nggak bisa ikut kerja kelompok. Aku ada rapat sama BEM sampai jam 2 pagi dan aku harus lanjut studi banding sama BEM di Universitas Bikini Bottom dan lanjut UKM memancing ubur-ubur :(

HEH! SITU KIRA SITU DOANG YANG PUNYA KESIBUKAN??!?!?!?! Dikira kerjaan anggota yang lain itu cuma kuliah dan rebahan doang? Enak bener deh dirimu bisa mangkir dari tanggung jawab sendiri 😐😐😐

Aslina, mang. Sumber: imgflip.com

Serius, deh. Saya nggak ngurusin kalau ada mahasiswa yang sembari kuliah itu sekalian ikutan banyak organisasi dan UKM atau malah ada yang sambil kerja part or full time sekalipun, justru saya malah salut sama mahasiswa yang modelan begini.

Yang bikin saya jengkel adalah mahasiswa sok sibuk begini, kak. Udah tau sendiri kalau masuk kuliah ya tujuan utamanya adalah belajar di kelas. Masuk organisasi dan UKM ya sebagai pelengkap aja. Tolong dong, jangan ditukar-tukar prioritasnya dan diatur waktunya. Giliran dicoret namanya dari tugas kelompok, eh malah ngamuk-ngamuk. Kan bingung, ya? Lo yang salah karena nggak bisa atur waktu, kenapa lo yang galak juga? Bukan main.

Ini bukan iklan. Sumber: twitter.com/jiemiardian

Sekali lagi, saya nggak peduli kalau ada mahasiswa yang punya kegiatan lain selain dari belajar di kelas. Mau dia jadi akang-akang ketua paguyuban adu cupang tingkat kelurahan atau mau jadi teteh seblak idaman para tetangga, silakan aja! Kagak berhak juga saya atur-atur hidupmu. Yang terpenting adalah jangan nyusahin orang lain dan ingkar dari tanggung jawab pribadi.

akhir kata

Tolong jangan semuanya diambil dengan hati ya, kawan-kawan sekalian. Tulisan ini juga tujuannya adalah buat introspeksi diri buat habib supaya nggak jadi mahasiswa yang saya tulis di atas. Tapi… if the shoe fits alias kalian merasa tersindir ya berarti….. :D

Lemesin aja, shay~~~

Sumber: imgflip.com

Sampai jumpa di postingan selanjutnya~~~

--

--

--

late teenager trying to figure out his life

Love podcasts or audiobooks? Learn on the go with our new app.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store
Habib

Habib

late teenager trying to figure out his life

More from Medium

Quantum and Classical →Raju Rai

HCDE 451 A6: Interactive Prototype

Statistics Inference — Vesuvius Vulcano

ICYMI: Summarizing the EricaDAO Simp saga